Seorang Seniman Yang Menjadi Kepala Desa
Kabupaten Tasikmalaya, analisaglobal.com — Seni Lukis merupakan salah satu karya seni yang memiliki nilai jual tinggi dan membuat orang yang melihatnya berdecak kagum dengan seni lukis. Lukisan diklasifikasikan sebagai karya seni dua dimensi. Selain itu, seni lukis memiliki corak, bahan dan teknik yang khas dalam pengerjaannya.
Seni lukis pada umumnya seorang Seniman yang bisa menuangkan ide dan perasaannya yang bisa dituangkan didalam permukaan canvas. Seperti halnya Kepala desa Tanjungpura Kecamatan Rajapolah Kabupaten Tasikmalaya, bukan saja seorang kepala desa melainkan dia juga seorang Seniman yang bisa menuangkan ide dan perasaannya dalam bentuk lukisan.

Ujang Hartono selaku Kepala Desa Tanjungpura yang juga Seniman lukis mengatakan, Alhamdulillah saya masih eksis dalam seni lukis hingga sekarang, dan ini sebuah bagian basic dari kejiwaan saya sebelum menjadi kepala desa, walaupun sekarang saya menjadi kepala desa tetapi jiwa saya seorang seniman, memang dulu saya ikut komunitas di Baksil (Babakan Siliwangi) Bandung, dan saya ikut bergabung dalam komunitas dimulai pada tahun 1989 Sampai saat ini. Ucapnya.
Baca Juga https://id.m.wikipedia.org/wiki/Wikipedia_bahasa_Indonesia
“Saya biasanya punya waktu untuk melukis setelah pulang kerja, dan itu pun kalau tidak ada urusan dengan kemasyarakatan biasanya pada malam hari juga saya melakukan kegiatan melukis, tetapi dominannya pada malam hari.” Jelas Ujang Hartono.
Masih kata Dia, Untuk mengembangkan seni lukis ini kedepannya Insya allah kami pun ingin mengadakan pameran seni lukis, dan mudah-mudahan kami masih ada 3 tahun lagi menjabat Kepala Desa, pameran tersebut bisa di gabungkan dengan ulang tahun desa Tanjungpura, sehingga bisa mengadakan festival dan pameran. Katanya
Berharap Adanya Sekolah Seni Di Tasikmalaya

“Ketika berbicara tentang seorang seniman, sebetulnya ada hak, karena saya juga seorang seniman tentunya punya hak yang harus di berikan fasilitas oleh pemerintah, baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah, tetapi saya juga belum tahu sepak terjangnya seniman-seniman yang ada di Kabupaten Tasikmalaya untuk meminta hak ataupun sebaliknya pemerintah memberikan fasilitas terhadap seniman, karena kalau dilihat dari Pancasila sebagai dasar negara kita pada butir kelima yaitu “Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia”, tentunya kita sebagai seniman atau seniman apapun itu perlu perhatian khusus, karena seniman itu bagaimanapun bagian dari nilai-nilai bangsa.” Ungkapnya.
Ujang Hartono juga menambahkan, Untuk lukisan hasil karya saya alhamdulillah di rekan-rekan kepala desa sudah tahu, dan alhamdulillah saya juga sebelum menjabat kepala desa sudah mengikuti pameran, baik di Bandung, di Yogyakarta ataupun di Bali, karena ketika berbicara harga jual dalam seni itu tentunya tidak ada nilai, mungkin bentuknya bagi kami itu lebih ke penghargaan. Imbuhnya.
Disinggung apakah sudah berapa karya lukisan yang dibuat, dan apakah sudah pernah ada yang membeli dari luar negeri sewaktu ikut pameran lukisan ?
Ujang Hartono menjelaskan, bahwa untuk hasil karya mungkin sudah ribuan, dan alhamdulillah sewaktu ikut di beberapa ajang pameran lukisan ada saja yang membeli dari orang luar negeri seperti orang prancis, orang italia, ataupun lainnya, jadi alhamdulillah suatu kepuasan hati juga kalau dalam seni ketika hasil karya kita sudah sampai ke mancanegara, karena kembali lagi yang tadi saya sampaikan kalau dalam seni sebetulnya tidak ada harga nominal yang menjadi patokan, tetapi bagi kami mungkin penghargaan. Jelasnya.

Ujang Hartono pun berharap, dengan adanya jiwa seni yang dimiliki, dirinya berharap selepas purna bakti mengabdikan diri menjadi kepala desa, dirinya berharap dapat mendirikan yayasan ataupun sekolah seni, karena regenerasi memang sangat diperlukan, apalagi di wilayah Kota ataupun Kabupaten Tasikmalaya ini, mungkin lebih luasnya Priangan Timur, mudah-mudahan pihak pemerintah bisa mensupport dengan adanya sekolah seni, karena dapat mendirikan adanya sekolah seni di wilayah Tasikmalaya menjadi cita-citanya selama ini.
“Saya berharap kepada pihak pemerintah Kabupaten Tasikmalaya bisa membantu, di sini tempat atau sanggar itu sudah ada, mulai dari seni rupa, seni tari dan seni lukis, ini lebih perfect atau klasifikasinya kepada nilai pendidikan yang agak formal, karena sudah layak di kabupaten Tasikmalaya meliputi Priangan timur itu ada sekolah seni.” Pungkasnya. (AM)
Analisa Global Cepat, Aktual dan Berimbang