SPPG Nusantara–Werasari Terapkan Standar Ketat Jaga Kualitas Menu dan Keamanan Pangan

Kabupaten Ciamis, analisaglobal.com — Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Nusantara–Werasari terus berkomitmen menjaga kualitas, kuantitas, serta keamanan makanan yang disalurkan kepada penerima manfaat. Upaya tersebut dilakukan dengan menerapkan standar ketat mulai dari sanitasi, sumber daya manusia, hingga pengawasan bahan baku sesuai ketentuan Badan Gizi Nasional (BGN).

Kepala SPPG Nusantara–Werasari, Febi Adrian, menjelaskan bahwa setiap SPPG diwajibkan memenuhi standar laik higienis dan sanitasi sebagai fondasi utama dalam pengelolaan makanan. Standar tersebut mencakup kebersihan lingkungan dapur, peralatan, serta pemahaman pekerja sebagai penjamah makanan.

“Seluruh pekerja di SPPG mendapatkan pendidikan dan pelatihan agar memahami kebersihan diri serta tata cara pengolahan makanan yang aman. Selain itu, standar sanitasi juga dilengkapi dengan uji laboratorium, seperti pengecekan kualitas air, peralatan, dan kebersihan lingkungan,” ujar Febi.

Ia menegaskan, dengan penerapan standar tersebut, kualitas kebersihan lingkungan serta pengelolaan bahan makanan di SPPG dapat terjamin. Selain aspek kebersihan, kualitas menu juga menjadi perhatian serius. Setiap SPPG diwajibkan memiliki Chep (Satuan Edukasi Pengolahan) yang bersertifikat Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Baca Juga Milad ke-25 Tahun GIBAS Tasikmalaya Tepis Stigma, Perkuat Kiprah Sosial dan Kebangsaan

“Keberadaan Chep bersertifikat ini tidak hanya berkaitan dengan kebersihan, tetapi juga kualitas menu. Meski makanan yang disajikan bersifat sederhana, tetap diupayakan menarik dan menggugah selera penerima manfaat,” jelasnya.

Febi menambahkan, Chep di SPPG Nusantara–Werasari telah tersertifikasi sejak Oktober 2025. Sertifikasi dilakukan dengan memberdayakan sumber daya internal yang telah berpengalaman di bidang pengolahan makanan, kemudian diberikan edukasi hingga memperoleh sertifikat kompetensi BNSP.

Sementara itu, dalam menjaga kualitas bahan baku, SPPG menerapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ketat. Setiap bahan yang datang akan melalui proses pemeriksaan kualitas atau quality control sebelum digunakan.

“Pengecekan awal dilakukan secara visual untuk memastikan kesegaran bahan. Setelah itu, ahli gizi melakukan uji cepat, termasuk pengecekan residu pestisida pada sayuran serta kelayakan bahan protein seperti ayam,” ungkap Febi.

Menurutnya, Badan Gizi Nasional juga menyediakan alat rapid test bagi setiap SPPG guna memastikan bahan makanan yang digunakan aman dan layak konsumsi. Apabila ditemukan bahan yang tidak memenuhi standar, pihak SPPG tidak memberikan toleransi.

“Kami sudah berkomitmen dengan para supplier bahwa SPPG hanya menerima bahan yang layak konsumsi. Jika ditemukan bahan yang tidak sesuai standar, akan dilakukan retur disertai berita acara, dan supplier wajib menggantinya dengan bahan yang lebih baik,” tegasnya.

Dengan penerapan standar sanitasi, sertifikasi tenaga pengolah, serta pengawasan bahan baku yang ketat, SPPG Nusantara–Werasari memastikan setiap paket makanan yang disalurkan aman, berkualitas, dan bernilai gizi, demi mendukung kesehatan para penerima manfaat. Pungkas Febi. (Dods)

Baca Juga Sambut Ramadhan, (HIDRA) Himpunan Driver Priangan Timur Gelar Touring & Munggahan ke Pantai Cipatujah

About analisaglobal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!