SPPG Panyingkiran 2 Mulai Operasional, Targetkan 1.400 Penerima Manfaat di Kecamatan Ciamis

Kabupaten Ciamis, analisaglobal.com — Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Panyingkiran 2 mulai beroperasi secara bertahap dalam mendukung Program Makan Bergizi (MBG) bagi pelajar di Kecamatan Ciamis. Hingga saat ini, SPPG Panyingkiran 2 baru melayani 24 titik dengan jumlah penerima manfaat mencapai 1.009 penerima manfaat.

Kepala SPPG Panyingkiran 2, Fairuz, menjelaskan bahwa pada tahap awal operasional, pendistribusian masih difokuskan pada sekolah-sekolah yang telah memenuhi kuota minimal penerima manfaat.

“Di awal operasional, sesuai ketentuan, kami harus memenuhi minimal 1.000 penerima manfaat terlebih dahulu. Untuk beberapa sekolah kategori B3, sementara ini belum kami kirimkan karena keterbatasan penerima manfaat,” ujar Fairuz. Kamis (5/2/2026).

Ia menambahkan, pendistribusian ke sekolah-sekolah yang belum terlayani direncanakan akan dilaksanakan pada minggu ke-2 atau ke-3 operasional, seiring dengan pemerataan penerima manfaat yang dikoordinasikan bersama pihak kecamatan.

Baca Juga Cek Kesehatan Gratis di Puskesmas Cimaragas Dimulai Kembali, Capaian Awal 2026 Capai 800 Peserta

“Berdasarkan informasi dari pihak kecamatan, total penerima manfaat di Kecamatan Ciamis mencapai 1.400 orang. Untuk wilayah kami, jumlah tersebut akan segera terpenuhi. Besok, kategori B3 sudah masuk sehingga jumlahnya lengkap 1.400 penerima manfaat,” jelasnya.

Untuk jangkauan distribusi, Fairuz menyebutkan bahwa wilayah pelayanan SPPG Panyingkiran 2 meliputi kawasan Panyingkiran hingga wilayah terjauh di Imbanagara.

Menurutnya, Program Makan Bergizi memiliki dampak positif bagi anak-anak sekolah, khususnya dalam meningkatkan efektivitas konsumsi makanan bergizi.

“Program ini sangat bagus, karena membantu anak-anak yang cenderung pemilih makanan agar tetap mendapatkan asupan gizi yang seimbang,” tambahnya.

Sementara itu, Owner SPPG Panyingkiran 2, Faisal, menegaskan komitmennya dalam menjaga kualitas pelaksanaan Program Makan Bergizi sesuai dengan arahan pemerintah.

“Komitmen kami yang utama adalah menjaga kualitas. Kedua, membantu menyukseskan program pemerintah agar kebutuhan gizi anak-anak sekolah terpenuhi,” kata Faisal.

Ia memastikan bahwa seluruh proses produksi makanan di SPPG Panyingkiran 2 telah didukung tenaga profesional, mulai dari ahli gizi hingga head chef yang bersertifikat.

“Di sini sudah lengkap, ada ahli gizi, head chef bersertifikat, dan sistem pemorsian makanan yang disusun berdasarkan standar dan arahan pemerintah,” pungkasnya. (Dods)

Baca Juga Banjir Tahunan Sungai Cilisung, DPRD dan Kades Desak Gubernur Jabar Turun Tangan

About analisaglobal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!