Tidak Adanya Pemberdayaan, Pekerjaan Pengendalian Banjir Sungai Citanduy Dikeluhkan Warga Setempat

Tidak Adanya Pemberdayaan

Pangandaran, analisaglobal.com – Warga masyarakat yang tinggal di Dusun Majingklak Desa Pamotan Kecamatan Kalipucang, mengeluhkan pekerjaan pembangunan prasarana pengendalian banjir sungai citanduy di lingkungan mereka.

Pekerjaan tersebut tentu merupakan kewajiban pemerintah untuk menanggulangi  karena berpotensi adanya abrasi dipinggiran bibir sungai citanduy hal ini akibat luapan sungai ketika musim penghujan.

Pekerjaan Pengendalian Banjir Sungai Citanduy Dikeluhkan Warga Setempat

Pembangunan yang dikerjakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, dibawah Direktorat Sumber Daya Air Balai Besar Wilayah Sungai Citanduy (Kemen PUPR – BBWS), yang paling dikeluhkan warga ialah tidak adanya keterlibatan warga masyarakat sekitar.

Sesuai dengan arahan dan instruksi Pemerintah Pusat dalam Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) pasca pandemi, seyogianya melibatkan masyarakat lokal dalam memperkerjakan pembangunan pengendalian banjir sungai, maka seharusnya pihak perusahaan paham.

Hal ini diungkap oleh salah seorang warga masyarakat yang enggan disebutkan namanya, saat beberapa awak media mengkonfirmasi, Kamis (21/07/2022).

Baca Juga Pekerjaan Pembangunan Prasarana Pengendalian Banjir Sungai Citanduy Hilir, Pengusaha Diduga Abaikan K3

“Adapun tawaran kerja hanya mengamankan alat berat berupa excavator, bentuk komitmen honornya belum jelas hanya baru sebatas pembicaraan, biasanya kalau untuk keamanan saja honor sudah keluar dari pihak perusahaan yang memperkerjakan mereka, dirinya mengeluhkan baru kali ini dipercaya tetapi tidak ada kebijakan dari perusahaan”, ucapnya.

Sedangkan untuk warga lingkungan setempat pun yang terdampak dari pekerjaan tersebut pun tidak ada kompensasi atau minimal kebijaksanaan dari pihak perusahaan.

Ditanyai kembali terkait sudah ada sosialisasi atau belum dirinya tidak mengetahui karena tidak ada undangan dan tidak menghadiri kalaupun ada sosialisasi dari pihak perusahaan, imbuhnya.

“Selaku warga masyarakat lokal melihat jenis batu boulder yang berukuran kecil, sepertinya jenis batu belah biasa”, tuturnya.

Kepala Desa Pamotan Andi Suwandi./ analisaglobal.com

Sementara ditempat terpisah Kepala Desa Pamotan Andi Suwandi menuturkan kepada awak media bahwa untuk tahapan sosialisasi dan pemberitahuan dari pihak perusahaan sudah terlaksana sebelum pekerjaan dimulai, terangnya.

Terkait adanya keluhan warga masyarakatnya tidak ada pemberdayaan masyarakat lokal, hal ini akan ditindaklanjuti untuk disampaikan kepada pihak manajemen perusahaan.

Baca Juga https://id.m.wikipedia.org/wiki/Wikipedia_bahasa_Indonesia

“Sebelumnya sudah ada komunikasi untuk memberdayakan masyarakat kepada perusahaan, namun jawaban tersebut didapat pihak perusahaan tidak bisa memberdayakan masyarakat lokal karena semua barang dan jasa sudah di handle oleh perusahaan dari Bandung”, jelasnya.

Sementara untuk ketemu pihak pimpinan  perusahaan dirinya merasa kesulitan, padahal untuk menyampaikan keluhan dan keinginan dari warganya.

“Dirinya berharap pihak perusahaan bisa bertemu dan duduk bersama kembali agar bisa terakomodir semua. Adapun direalisasikan atau tidaknya itu kembali kepada pihak manajemen, yang jelas kami ingin menyampaikan harapan dari pihak masyarakat yang belum terakomodir”,  pungkas Andi ***d

Baca Juga Pemdes Margajaya Mangunreja Bersama Mahasiswa KKN Laksanakan Giat Jumsih

About analisaglobal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!