Tidak Tercovernya Biaya Ambulan RS Pandega Oleh Kartu KIS KERTAWALUYA Untuk Pasien Meninggal, Tomas Karangsari Kecewa

Tidak Tercovernya Biaya Ambulan RS Pandega Oleh Kartu KIS KERTAWALUYA Untuk Pasien Meninggal

Pangandaran, analisaglobal.com — Aif Saeful Rohman (37) seorang warga masyarakat Desa Karangsari Kecamatan Padaherang yang menderita Jantung, Paru – paru, dan Lambung berakhir meninggal dunia. Pasien sempat dirawat di PKM Padaherang selama 3 hari, sebelum dilarikan ke RSU Pandega Pangandaran.

Menurut keluarga pasien, pada saat jam 3 dini hari tadi Jumat (03/06/2022), sempat mengalami sesak nafas hingga pihak keluarga meminta untuk segera ditindaklanjuti oleh perawat jaga, namun saat hendak ke tempat jaga tidak terlihat perawat satupun, hingga meminta bantuan security untuk memanggil para perawat jaga yang menurut keluarga perawat tidur sampai mendapatkan penangan dari perawat jaga RSU Pandega, paparnya.

Data Pasien Warga Karangsari Kecamatan Padaherang Kabupaten Pangandaran. Jumat (03/06/22). H2/analisaglobal.com

Baca Juga https://id.m.wikipedia.org/wiki/Wikipedia_bahasa_Indonesia

Masih menurut pihak keluarga pasien, “pasien yang mengalami pembengkakan dimuka diduga akibat paru – paru dan jantungnya pecah hingga meninggal jam 07.00 WIB sehingga jenazah harus dibawa pulang”, ujarnya.

Ironisnya ketika jenazah harus dibawa pulang, pihak keluarga pasien yang tidak mampu ini harus membayar biaya ambulance sebesar Rp 175.000,-, sementara pasien sudah memiliki Kartu Indonesia Sehat (Kertawaluya) yang dibiayai oleh Pemerintahan Daerah Kabupaten Pangandaran.

Tomas Karangsari Kecewa

Semetara menurut tokoh masyarakat saat diwawancara, Jum’at (03/06/2022), Apip selaku Ketua RT sangat menyayangkan atas kejadian ini, harusnya kalau pengguna kartu KIS bisa gratis semuanya termasuk ongkos ambulance, kan katanya “PANGANDARAN HEBAT” terus kalau begini hebatnya dimana”, tandas Apip.

“Untuk biaya mobil ambulance saja warga masyarakat setempat sampai patungan agar pasien segera dipulangkan dan dikebumikan oleh pihak keluarga”, tambah Apip.

Dirinya merasa sangat kecewa akan perlakuan yang terjadi kepada warganya, karena itu harus menjadi perhatian bagi Pemerintah Daerah Kabupaten Pangandaran agar tidak terjadi kembali kepada warga masyarakat lainnya.

About analisaglobal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *