Kabupaten Ciamis, analisaglobal.com — Dalam upaya menurunkan angka balita dengan status zero dose, Pimpinan Daerah Aisyiyah Kabupaten Ciamis menggelar kegiatan advokasi dan sosialisasi imunisasi nasional, Selasa (8/7/2025).
Kegiatan ini berlangsung di Aula Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Ciamis, dengan melibatkan lintas sektor mulai dari pemerintah daerah, petugas puskesmas, kader posyandu hingga tokoh masyarakat.
Kegiatan tersebut mendapat dukungan hibah dari Gavi, The Vaccine Alliance, sebagai bagian dari komitmen global memperluas cakupan imunisasi dasar di negara berkembang, termasuk Indonesia. Hibah ini menyasar wilayah-wilayah tertinggal, perbatasan, dan kepulauan (DTPK), yang masih menghadapi tantangan besar dalam distribusi layanan kesehatan.
Susi Martini dari Majelis Kesehatan Aisyiyah menjelaskan, pihaknya mendapat mandat untuk mengelola program imunisasi nasional di Kabupaten Ciamis bekerja sama dengan Dinas Kesehatan.
“Zero dose itu artinya balita yang belum pernah mendapat imunisasi sama sekali. Di Kabupaten Ciamis jumlahnya masih cukup tinggi. Target kita adalah menurunkannya, bahkan kalau bisa menghilangkannya,” ujarnya.
Baca Juga ±54 Kelompok Tani di Sukahening Telah Terdaftar di Kementan, Budidaya Padi Jadi Unggulan
Menurutnya, program ini menyasar anak usia sekitar satu tahun hingga lebih, dengan strategi pendekatan komunitas guna meningkatkan kesadaran masyarakat. Setidaknya 15 persen dari target anak yang sebelumnya belum diimunisasi diharapkan bisa segera mendapat imunisasi.
Dalam pelaksanaannya, imunisasi bisa dilakukan melalui posyandu, puskesmas, bidan, dokter swasta, dokter anak, hingga rumah sakit. Sosialisasi kepada masyarakat pun tidak hanya dilakukan secara kelompok, tetapi juga direncanakan secara door to door untuk memastikan seluruh sasaran terjangkau.
“Imunisasi penting untuk mencegah penyakit-penyakit seperti TBC, difteri, polio, dan penyakit lain yang sebenarnya bisa dicegah jika mendapat imunisasi lengkap,” imbuh Susi.
Ia berharap melalui komitmen bersama lintas sektor, angka balita dengan status zero dose di Kabupaten Ciamis bisa ditekan hingga tidak ada lagi. “Harapan kami, mereka yang jadi sasaran sosialisasi hari ini sadar pentingnya imunisasi, sehingga zero dose di Ciamis bisa hilang,” pungkasnya. (Dods)
Baca Juga Wujud Hadir Untuk Rakyat, PLN Tasikmalaya dan Kantor Pertanahan Percepat Legalitas Aset
Analisa Global Cepat, Aktual dan Berimbang