UPTD BPP Kec. Salawu Berharap Peningkatan Infrastruktur Pertanian Lebih Diperhatikan

Kabupaten Tasikmalaya, analisaglobal.com, – pemerintah daerah kabupaten Tasikmalaya melalui dinas pertanian, pangan dan perikanan mengadakan penyusunan program penyuluhan pertanian untuk program tahun 2021. Yang hadir pelaku utama dan pelaku usaha serta ketua kecamatan KTNA Zainal Mustopa, 1 kelompok KTNA kecamatan Salawu dan juga perwakilan dari beberapa desa.

Dudung Saripudin selaku penyuluh pertanian wilayah binaan Desa Sukarasa dan Desa Salawu mengatakan program yang sedang dibahas untuk 2021 disesuaikan dengan potensi Salawu di pangan, padi, PTT dan organik terus di orti Buah-buahan Salawu punya kualitas unggulan dan masuk Jabar juara yaitu manggis di desa Sukarasa, kemudian gula aren di Desa Kawungsari dan Desa Kotawaringin kebetulan Salawu sudah di bentuk asosiasi pengusaha gula semut yang bahan bakunya dari gula aren alhamdulilah sudah di bentuk asosiasi Meskipun baru beberapa bulan belakang. ungkapnya.

“Sebelum bisa berjalan dengan baik sehubungan masih dalam rangka pembinaan baik dari dinas pertanian maupun dari unsil untuk memberikan motivasi pengembangan gula semut yang ada di Salawu. Kebetulan saya penyuluh pertanian memegang wilayah binaan Desa Sukarasa dan Desa Salawu karena keterbatasan petugas, petugas yang ada rata-rata memegang 2 wilayah binaan desa. Keseluruhan penyuluh ada 13 orang termasuk stap, kordinator, penyuluh kehutanan dan perikanan”. jelas Dudung.

“Mengenai pupuk alhamdulilah yang berkaitan dengan kartu tani untuk Salawu selesai kemarin hari Jum’at upload data dan sudah di sahkan oleh kepala dinas Kabupaten Tasikmalaya sebanyak 12300 tani yang di usulkan untuk Salawu dalam pendataan rencana kebutuhan definitif kelompok yang notabene masuknya petani ke data RDKK otomatis mendapatkan kartu tani untuk 2022 Ada 4 kios pengecer kios yang di tunjuk untuk pupuk bersubsidi. Aneka ragam untuk wilayah Salawu,sukarasa dan jahiang, Sinar baru untuk wilayah margalaksana, serang, KarangMukti dan Neglasari, Berkah argo Kotawaringin, Putra Tani Tanjungsari, Sundawenang, Tenjowaringin dan Kawungsari. HET untuk pupuk bersubsidi yang mayoritas dipergunakan oleh petani pangan di Salawu UREA dan NPK MUSKA, NPK MUSKA 2300 per kg dan untuk UREA 1800 HET di kios pengecer. Untuk para petani yang menebus pupuk sesuai denga prosedur yaitu dengan kartu tani atau di lengkapi dengan surat keterangan seandainya petani sudah masuk dalam data RDKK harga sesuai dengan harga catatan tertinggi”. jelas Dudung.

Dudung Saripudin menambahkan agar para petani Terus berkarya untuk meningkatkan produksi meskipun di tengah situasi pandemi karena kalau petani berhenti beraktivitas di dalam pertanian akan banyak masyrakat yang kelaparan, imbuhnya.

“Kami dari BPP Salawu untuk tahun 2021 nanti ketersediaan pupuk di kios pengecer di harapkan selalu tersedia agar petani tidak kesulitan mendapatkan alokasi pupuk sesuai dengan prosedur yang ada, mudah-mudahan pihak pemerintah daerah kabupaten selalu memberikan perhatian program-program yang berkaitan dengan potensi Salawu dan mohon peningkatan infrastruktur pertanian baik irigasi maupun jalan-jalan usaha tani yang ada di wilayah Salawu mohon diperhatikan lagi. ungkap Dudung Saripudin.***Dede pepen/Yos

About analisaglobal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *