Selamat pagi /siang/sore pembaca setia analisaglobal.com, semoga semua pembaca dalam keadaan sehat selalu, penuh kebahagiaan, dan bersemangat dalam beraktifitas serta sehat selalu.
Jangan lupa ya tetap pakai masker saat bepergian, rutin mencuci tangan dan menjaga jarak karena pandemi Covid-19 belum berakhir. Berikut kami sajikan berita terpopuler di analisaglobal.com
Kabupaten Ciamis, analisaglobal.com — Pandemi Covid-19 merupakan situasi luar biasa yang membuat orang merasa terganggu atau tertekan. Namun, kondisi yang ditimbulkan pandemi ternyata dapat memicu kreativitas.
Penerapan pembatasan sosial, protokol kesehatan, serta adaptasi kebiasaan baru mendorong kreativitas sejumlah seniman selama ini. Mereka banyak memanfaatkan kecanggihan teknologi dan media terdekat yang mudah dijangkau.
Salah satu seniman yang analisaglobal.com temui yaitu Dike yang beralamat di Dusun Baros, Desa Ciomas, Kecamatan Panjalu, Kabupaten Ciamis.
Dike yang merupakan lulusan alumni Universitas Pajajaran Bandung dengan mengambil jurusan sastra Jepang. Semenjak lulus Dike berkecimpung di dunia musik dengan sering tampil dari cafe ke cafe di daerah kota Bandung.
Lambat laun Dike pindah ke dunia film menjadi salah satu crew di perusahaan rumah produksi film. Sejak tahun 2015 Dike dan keluarganya pulang kampung, dengan jiwa seni yang dimilikinya, Dike akhirnya mengembangkan inovasi kreatifitasnya dengan memanfaatkan limbah menjadi sebuah barang seni yang menjadikan nilai jual tinggi.
Di samping mendirikan Workshopnya yaitu LMNTRASH, Dike membuat dan menampung penggiat kreativitas yang ada di Kabupaten Ciamis dengan nama “Galery Rumah Runtah”.

Menurut Dike, Selain Workshop yang bernama LMNTRASH, Dirinya juga aktif di aktivis lingkungan dibawah bendera Yayasan Galuh Humanis Lestari yang dibina langsung oleh wakil bupati Kabupaten Ciamis Bapak Yana D Putra”. Ucapnya. Minggu (03/01/2021).
“Kami disini memanfaatkan limbah yang ada di lingkungan, seperti limbah kayu, limbah plastik, dan limbah besi menjadi barang yang unik dan memiliki nilai jual tinggi. Contohnya Jam dinding, lampu duduk, kursi drum, aquarium dan banyak lagi macamnya.” Jelasnya
Dike juga menambahkan, untuk pemasaran selama ini masih menerapkan penjualan secara online, dan Alhamdulillah penjualan pun sudah merambah ke beberapa kota besar diantaranya Bali, Bangka Belitung, Kaltim, Jakarta dan Bandung. Imbuhnya
“Saya berharap agar sesama yang memiliki jiwa seni untuk bekerjasama mengembangkan kreativitasnya dan lebih peduli terhadap lingkungan dengan nama “Zero Runtah” Harapnya.
Jurnalis : Goez/A. Yayat H
Kabiro : Agus “Centring” BudimanÂ
Analisa Global Cepat, Aktual dan Berimbang