Selamat pagi /siang/sore/malam pembaca setia analisaglobal.com, semoga semua pembaca dalam keadaan sehat, penuh kebahagiaan, dan bersemangat dalam beraktifitas serta sehat selalu.
Jangan lupa ya tetap pakai masker saat bepergian, rutin mencuci tangan dan menjaga jarak karena Pandemi Covid-19 belum berakhir. Berikut kami sajikan berita terpopuler di analisaglobal.com
Kabupaten Tasikmalaya, analisaglobal.com — Dalam menunjang kualitas dan fasilitas khususnya di dunia pendidikan pada usia dini pemerintah provinsi Jawa Barat mengucurkan bantuan Bansos Yansos ke tiap pesantren, yayasan dan DKM guna membangun sarana prasarana yang masih banyak perlu mendapatkan bantuan.
Salah satu yang mendapatkan bantuan tersebut, Yayasan Al-Falah Di kampung Mayana RT 02 RW 04 Desa Nangtang Kecamatan Cigalontang Kabupaten Tasikmalaya yang mendapatkan bantuan sebesar 320 juta. Adanya bantuan tersebut, diterapkan untuk pembangunan tempat pembelajaran guna untuk menunjang proses belajar mengajar secara tatap muka di yayasan tersebut.
Menurut Apip Mansyur sebagai kepala Lembaga Yayasan Al-Falah menjelaskan dengan adanya bantuan pemerintah tersebut dirinya dapat membangun infrastruktur yakni merehabilitasi ruang kelas untuk proses pembelajaran anak usia dini dan Diniyyah. jelasnya.
“Kami ucapkan terimakasih kepada Pemerintah yang telah mengucurkan bantuan ini, insya alloh kami akan melaksanakannya dengan penuh amanah, dengan sangat antusias warga masyrakat bergotongroyong guna mempercepat pembangunan tersebut”. ungkap Apip Mansyur.
Sementara itu Dedi Suherman sebagai kepala dusun Mayana menambahkan banyak terima kasih kepada pemerintah yang telah memberikan bantuan untuk Lembaga yang berada di kedusunannya sehingga permasalahan sedikit demi sedikit bisa teratasi terutama di bidang infrastruktur pembangunan madrasah diniyah yang sangat penting bagi anak-anak dalam belajar mengajar pembelajaran khususnya Dibidang agama. imbuhnya.
“Kami atas nama lembaga sangat mengharapkan sekali ada bantuan lagi karena disini masih banyak anak didik kekurangan ruang kelas untuk proses belajar. Sehingga proses pembelajaran di laksanakan dengan secara bergantian, untuk masalah lahan kami masih mempunyai tempat untuk membangun ruang kelas”. Pungkas Apip***Day
Analisa Global Cepat, Aktual dan Berimbang