Usai Rehab Kelas, Ini Harapan Kepala Sekolah SLB Bina Harapan Bangsa Sindangkasih

Kabupaten Ciamis, analisaglobal.com — Ucapan terima kasih dan wujud rasa syukur terucap dari Kepala Sekolah Luar Biasa (SLB) Bina Harapan Bangsa – Sindangkasih usai selesainya pembangunan rehabilitasi ruang kelas yang mana rehabilitasi tersebut dibiayaai dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Provinsi tahun 2024.

Dalam ucapanya, Toto Priyatna mengucapkan terima kasihnya kepada Dinas Provinsi Jawa Barat bidang PKLK yang telah mengusahakan sekolah kami untuk mendapatkan dana alokasi khusus fisik SLB tahun 2024, dimana bantuan ini sangat berguna bagi sekolah kami, di mana sekolah kami memang sudah banyak yang rusak, sudah banyak yang tidak layak pakai.

Sehingga dengan bantuan ini sangat membantu sangat berguna terutama bagi siswa dengan alat – alat belajar yang baru mudah-mudahan ke depannya saya dan rekan-rekan di sini bisa menjaga amanah yang diberikan oleh pemerintah khususnya dari Dinas Provinsi Jawa Barat. Ucap Toto Priyatna. Selasa (07/01/2025)

“Saya berharap ke depannya SLB Bina Harapan Bangsa Sindangkasih mendapatkan kembali bantuan DAK ini karena masih ada kelas yang belum direhab,” ujarnya.

Baca Juga Kurang Dalam Dompet, Fiskal Menyempit, Penguasa Terpilih Siap Dapat Mobil Harga Selangit, LAKRI Pangandaran Angkat Bicara

Selain itu juga mudah-mudahan ada pengembangan ruangan dengan bentuk ruang kelas baru kalau itu kami memang berharap karena memang selama ini disini kekurangan ruang kelas apalagi ditambah dengan barang-barang yang kemarin kami terima ada bantuan seperti TIK, Alpen secara otomatis kami kekurangan bangunan, kekurangan ruang untuk menyimpan alat-alat, fasilitas, serta sarana dan prasarana.

Disamping itu juga, Toto Priyatna menjelaskan kadang-kadang siswa juga belajar disatukan kelasnya.

Untuk siswa sendiri di SLB Bina Harapan Bangsa mulai dari tingkatan SD – SMA di sini yang aktif ± 50 orang siswa.

“Kenapa ada yang tidak aktif, kadang-kadang sekolah satu bulan sekali terkadang dua kali itu dikarenakan jarak yang jauh dan finansial yang mungkin naik ojek sampai dengan ongkos berkisar 40 ribu satu kali jalan dan kalau Pulang Pergi ( PP ) itu mencapai 80 ribu rupiah,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Toto Priyatna mengatakan, kebanyakan siswa – siswi di sini dari keluarga menengah kebawah dengan kemampuannya secara finansial banyak yang kurang mampu sehingga ATK atau alat tulis seperti buku dan pensil secara gratis diberikan oleh pihak sekolah.

“Pokoknya kalau dia misalkan habis alat tulisnya tinggal minta, tapi kalau transportasi ya mungkin kalau ada sekolah ada misalkan kelebihan dikasih itu juga tidak semua paling satu, dua orang siswa saja”. Ucap Toto Priyatna. (Dods)

Simak update artikel lainnya di saluran kami WhatsApp Chanel 

Baca Juga Kepala Sekolah SMAN 1 Ciawi Tasikmalaya, Diduga Gelapkan Dana BOS Untuk Perawatan Sekolah

About analisaglobal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!