Kabupaten Tasikmalaya, analisaglobal.com — Semangat kepramukaan kembali digaungkan di Kabupaten Tasikmalaya. Bupati Tasikmalaya memimpin langsung upacara peringatan Hari Pramuka ke-65 Tahun 2026 yang sekaligus dirangkaikan dengan momentum penting, yakni peresmian Kabupaten Tasikmalaya sebagai Kabupaten Pramuka.
Kegiatan tersebut berlangsung di Lapangan Parkir Objek Wisata Gunung Galunggung, Kabupaten Tasikmalaya, Kamis (10/9/2026), dan dihadiri jajaran pengurus serta anggota Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Tasikmalaya bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Peringatan Hari Pramuka tahun ini menjadi momentum untuk memperkuat kembali peran Gerakan Pramuka dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya aktif berorganisasi, tetapi juga memiliki karakter kuat, mandiri, kreatif, inovatif serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan kehidupan sosial masyarakat.
Mengusung tema “Memantapkan Langkah Organisasi Mendukung Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2045,” peringatan tersebut menegaskan bahwa Gerakan Pramuka memiliki posisi strategis dalam mempersiapkan generasi penerus bangsa menghadapi berbagai tantangan masa depan.
Predikat Kabupaten Pramuka juga menjadi momentum untuk memperkuat komitmen seluruh jajaran pemerintahan, satuan pendidikan, masyarakat dan organisasi kepramukaan dalam menjadikan pendidikan karakter sebagai bagian penting dari pembangunan daerah.
Peringatan Hari Pramuka ke-65 di Kabupaten Tasikmalaya tidak sekadar menjadi agenda seremonial tahunan. Momentum tersebut menjadi pengingat bahwa nilai-nilai dasar kepramukaan masih sangat relevan di tengah perkembangan teknologi dan perubahan sosial yang begitu cepat.
Disiplin, kemandirian, gotong royong, kepemimpinan, tanggung jawab dan semangat pengabdian kepada masyarakat menjadi nilai yang terus ditanamkan kepada generasi muda.
Baca Juga Genap Satu Tahun, SPPG Panyingkiran 1 Tegaskan Komitmen Sajikan MBG yang Higienis dan Halal
Gerakan Pramuka dituntut mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan jati dirinya. Kreativitas dan pemanfaatan teknologi harus berjalan beriringan dengan pembentukan karakter, sehingga anggota Pramuka tidak hanya mampu mengikuti perubahan, tetapi juga dapat menjadi bagian dari solusi berbagai persoalan di masyarakat.
Semangat tersebut semakin penting dalam menghadapi tantangan menuju Indonesia Emas 2045, ketika generasi muda hari ini diproyeksikan menjadi pemimpin dan penggerak pembangunan bangsa.
Pemilihan kawasan Gunung Galunggung sebagai lokasi pelaksanaan peringatan juga memberikan nuansa tersendiri. Alam menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pendidikan kepramukaan, sekaligus mengingatkan pentingnya kepedulian terhadap lingkungan.
Melalui semangat Praja Muda Karana, anggota Pramuka diharapkan mampu menjadi generasi yang tangguh, terampil, mandiri dan memiliki kepedulian sosial.
Dengan ditetapkannya Kabupaten Tasikmalaya sebagai Kabupaten Pramuka, tantangan berikutnya bukan hanya mempertahankan predikat tersebut, tetapi bagaimana nilai-nilai kepramukaan benar-benar hadir dalam kehidupan masyarakat dan melahirkan generasi muda yang mampu menghasilkan karya nyata.
Hari Pramuka ke-65 akhirnya bukan hanya tentang memperingati perjalanan panjang Gerakan Pramuka, tetapi juga menjadi titik untuk memantapkan langkah menuju generasi Tasikmalaya yang berkarakter, mandiri dan siap berkontribusi bagi pembangunan daerah serta Indonesia menuju 2045. (Win/Mar)
Baca Juga Rp1 Miliar Lebih Belum Kembali ke Kas Daerah, 9 Paket Rekonstruksi Jalan DPUPTRLH Disorot
Analisa Global Cepat, Aktual dan Berimbang