Selamat pagi /siang/sore/malam pembaca setia analisaglobal.com, semoga semua pembaca dalam keadaan sehat, penuh kebahagiaan, dan bersemangat dalam beraktifitas serta sehat selalu.
Jangan lupa ya tetap pakai masker saat bepergian, rutin mencuci tangan dan menjaga jarak karena Pandemi Covid-19 belum berakhir. Berikut kami sajikan berita terpopuler di analisaglobal.com
Sukabumi, analisaglobal.com — Tiga bocah asal Pelabuhan Ratu alami kecelakaan laut, satu bocah dapat di selamatkan, sementara dua bocah lainnya hilang tenggelam di Pantai Pelabuhan Ratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, tepatnya di Dermaga Regional Karangsari, pada hari Minggu (07/03/2021).
Informasi yang dihimpun, pada pukul 06.30 WIB tiga orang bocah berenang bersama keluarganya di sekitar Dermaga Rwgional Karangsari, Pantai Palabuhanratu. Kemudian ketika sedang berenang, tiba-tiba datang ombak tinggi yang langsung menghantam tubuh ketiga bocah itu, namun satu orang bocah bernama Dimas dapat diselamatkan.
Rekan korban berhasil diselamatkan oleh warga, tapi Pahri dan Iki yang mencoba menepi ke pantai gagal diselamatkan, karena arus balik air laut cukup deras sehingga tubuh kedua bocah itu tertarik hingga ke tengah laut dan tidak lama tubuh korban hilang ditelan laut selatan Kabupaten Sukabumi.
“Dua bocah tersebut diketahui bernama Pahir (13) dan Iki (9), warga Gang Kenari RT 02/13, Kecamatan/Kelurahan Palabuhanratu yang hingga kini keduanya masih dalam pencarian,” kata Ketua Forum Komunikasi SAR Daerah (FKSD) Kabupaten Sukabumi Okih Fajri, di Sukabumi, Minggu yang lalu.
Keluarga korban yang melihat tubuh dua bocah tersebut terseret arus dan terombang-ambing gelombang dan akhirnya hilang tenggelam, hanya bisa menangis sejadi-jadinya. Lokasi kejadian yang memang bukan peruntukan untuk berenang tersebut, saat itu masih sepi oleh pengunjung dan dalam penjagaan.
Tidak berselang lama, tim SAR gabungan tiba di lokasi dan langsung melakukan pencarian dengan cara menyisir lokasi kejadian baik di darat maupun di laut, namun hingga menjelang magrib, tubuh kedua korban belum berhasil ditemukan dan pencarian pun dilanjutkan esok hari pada Senin (08/03/21).
“Arus di lokasi kejadian memang cukup deras ditambah gelombang tinggi, meskipun operasi SAR tidak menemui kendala yang berarti, tetapi kami harus memperhatikan kondisi lokasi antisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” katanya.
Okih mengatakan, jika melihat lamanya rentang waktu korban tenggelam kemungkinan sudah meninggal dunia, tetapi pihaknya tidak ingin memprediksi nasib kedua pelajar itu sampai benar-benar ditemukan.
Pihaknya berharap di hari kedua pencarian, Pahri dan Iki bisa ditemukan. Selain itu, ia pun sudah berkoordinasi dengan potensi SAR lainnya baik dari Satpolairud Polres Sukabumi, Basarnas, TNI AL, dan relawan untuk melaksanakan operasi SAR lanjutan.***Nauva HM.
Analisa Global Cepat, Aktual dan Berimbang