Fakultas Ekonomi Dan Bisnis UNLA & Unikom
Bandung, analisaglobal.com — Dalam dunia usaha sekarang ini tingkat persaingan antara industri-industri bisnis semakin tajam, tak terkecuali dengan perusahaan-perusahaan yang berada di Indonesia. Semakin majunya teknologi pada era globalisasi ini, setiap perusahaan berusaha untuk selalu meningkatkan kualitas produksi maupun manajemen pemasaran dengan tujuan memaksimalkan keuntungan-keuntungan sesuai target yang diinginkan oleh setiap perusahaan.
Persaingan yang semakin ketat dalam dunia bisnis telah merambah ke semua sektor usaha (bisnis), sehingga kompetisi yang ada antara perusahaan semakin ketat. Perusahaan yang bergerak dalam bisnis boneka, tidak lepas dari persaingan tersebut, sehingga suatu bisnis dituntut untuk mampu menghadapi berbagai kendala yang timbul dalam mengelola bisnis usaha pemasarannya, juga untuk menjamin usaha yang bersangkutan supaya dapat beroperasi dengan manajemen yang efektif dan efisien.
Adanya strategi pemasaran ini perusahaan dapat meningkatkan penjualannya. Perusahaan tersebut dengan matang dapat mengetahui besar pangsa pasarnya. Selain itu, perusahaan dapat juga mengetahui kebutuhan konsumen berdasarkan segmen yang ada. Citra yang baik serta kepercayaan terhadap perusahaan akan membuat konsumen terpikat untuk mengadakan pembelian ulang dan konsumen tidak akan beralih pada perusahaan lain yang juga menawarkan produk yang sejenis. Bagi perusahaan hal ini akan mempermudah penentuan kebijaksanaan pemasaran yang tepat, sejalan dengan berkembangnya teknologi pada saat ini.

Bisnis boneka memiliki segmen pasar yang luas. Jika orang berpikir boneka hanya untuk anak-anak, maka itu salah besar. Boneka tidak identik dengan anak-anak. Nyatanya, orang dewasa pun juga banyak yang butuh atau suka dengan boneka. Entah itu untuk digunakan sendiri atau untuk diberikan kepada orang sebagai kado. Intinya, boneka menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat.
Sosialisasikan Strategi Pemasaran Pada Peningkatan Penjualan Pengusaha Boneka Di Kec. Sukajadi Kota Bandung
Baca Juga https://id.m.wikipedia.org/wiki/Wikipedia_bahasa_Indonesia
Bisnis usaha boneka bisa dibilang anti kadaluwarsa. Produk dan pasarnya awet tanpa pernah berkurang. Kalaupun daya beli masyarakat menurun, bisnis ini tetap bisa eksis. Memang selalu ada tantangan, namun nyatanya pelaku usaha ini tetap tumbuh. Bisnis ini juga telah menjadi mata pencaharian bagi sebagian masyarakat Indonesia.
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Langlangbuana & Universitas Komputer Indonesia bekerjasama dengan Toko Boneka Bonsuka pada hari Sabtu tanggal 15 Oktober 2022 mengadakan Sosialisasi Strategi Pemasaran Pada Peningkatan Penjualan Pengusaha yang dihadir dalam acara tersebut Pemilik Usaha Toko Boneka “ Bonsuka”, Bapak Robiu Awaludin dan Narasumber yang terdiri dari Puti Harissa, S.E., M.M , Ari Bramasto, S.E.,Ak.,M.Si.,CA, Assoc. Prof. Dr Ely Suhayati, S.E., M.Si., Ak. CA., (Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unikom) serta dua mahasiswa dari Program Studi Managemen FEB Unla, yakni Muhammad Raqi Firmansyah (NPM : 41152010190180) dan Ariana Nurhalizah (NPM : 41152010190220).
Baca Juga Komitmen Berantas Judi, Polri Tangkap Buronan Tersangka Judi Online di Kamboja
Menurut narasumber dalam acara tersebut yaitu Puti Harissa., yang juga selaku Ketua Tim PKM dan Wakil Dekan III Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Langlangbuana mengatakan bahwa dalam mendesain suatu strategi pemasaran, hal penting yang dilakukan oleh perusahaan adalah menerapkan konsep segmentation, targeting dan positioning (STP), yaitu memilih pasar sasaran yang akan dilayani sesuai dengan kemampuannya untuk itu, para pemasar wajib memahami keragaman dan kesamaan konsumen atau perilaku konsumen agar mampu memasarkan produknya dengan baik. Dalam hal ini para pemasar harus memahami mengapa dan bagaimana konsumen mengambil keputusan konsumsi, sehingga pasar dapat merancang strategi pemasaran dengan lebih baik. Ucapnya, Sabtu (15/10/2022).

“Dalam merumuskan strategi yang tepat, perlu dilakukan suatu kajian untuk mengetahui faktor utama yang menyebabkan terjadinya kesenjangan kondisi perusahaan yang sekarang dengan kondisi yang diharapkan di masa datang. Melalui perumusan strategi pemasaran ini diharapkan dapat memenuhi visi dan misi dari BONSUKA, sehingga dapat meningkatkan omset penjualan, memperluas pangsa pasar dan meningkatkan keuntungan…” Jelas Ari Bramasto
Sementara Ely Suhayati, Penerapan strategi pemasaran harus mempertimbangkan faktor lingkungan organisasi/perusahaan itu sendiri, baik eksternal maupun internal. Lingkungan eksternal terdiri atas berbagai faktor ancaman dan peluang yang berada di luar kontrol organisasi, serta lingkungan internal yang terdiri atas berbagai faktor kekuatan dan kelemahan yang dimiliki organisasi dan berada di dalam kontrol manajemen. Pungkasnya (AD)
Baca Juga Presiden Jokowi Dorong Polri Kerja Keras Kembalikan Kepercayaan Masyarakat
Analisa Global Cepat, Aktual dan Berimbang