FTBI Kadipaten Semarak, Tanamkan Kecintaan Generasi Muda terhadap Basa Sunda

Kabupaten Tasikmalaya, analisaglobal.com — Upaya melestarikan bahasa dan budaya Sunda terus digelorakan melalui Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat Kecamatan Kadipaten yang digelar di Gedung Guru Kecamatan Kadipaten, Kamis, 27 Agustus 2026.

Mengusung tema “Ngamumule Basa Sunda, Ngajaga Warisan Bangsa”, kegiatan tersebut berlangsung semarak dengan nuansa budaya Sunda yang begitu kental. Ornamen tradisional, kain bermotif khas Sunda, hingga deretan piala penghargaan menghiasi lokasi kegiatan.

FTBI tidak sekadar menjadi ajang perlombaan bagi para pelajar, tetapi juga menjadi sarana menumbuhkan rasa bangga dan kecintaan terhadap bahasa daerah sejak usia dini. Melalui kegiatan tersebut, para siswa didorong untuk mampu menggunakan Basa Sunda, baik secara lisan maupun tulisan, sekaligus memahami nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya.

Kegiatan diikuti sekitar 200 peserta dari 20 SD negeri di Kecamatan Kadipaten. Beragam cabang perlombaan ditampilkan, mulai dari pidato Basa Sunda, maca carita, nembang, hingga baca-tulis aksara Sunda. Selain itu, kegiatan juga turut memberikan ruang bagi peserta untuk menampilkan kreativitas dan kemampuan mereka dalam memahami budaya Sunda.

Acara berlangsung meriah dengan dihadiri unsur pejabat kecamatan, pengawas pendidikan, kepala sekolah, guru, serta para siswa. Antusiasme peserta dan penonton terlihat dari setiap penampilan yang mendapatkan sambutan tepuk tangan dari para hadirin.

Baca Juga FTBI Panumbangan Jadi Langkah Nyata Lestarikan Basa Sunda, Generasi Muda Diajak Jaga Warisan Budaya

Ketua Pelaksana FTBI Kecamatan Kadipaten, Sri Handayani, S.Pd.I., mengatakan bahwa kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai festival tahunan, tetapi menjadi bagian dari upaya menjaga keberlangsungan bahasa Sunda di tengah perkembangan zaman.

“FTBI bukan sekadar festival tahunan, melainkan benih harapan agar Basa Sunda tetap hidup di hati generasi penerus. Dengan mencintai bahasa ibu, kita sebenarnya sedang menjaga akar budaya kita sendiri,” ungkap Sri Handayani dalam sambutannya.

Menurutnya, pelestarian bahasa daerah dapat dimulai dari lingkungan terdekat, terutama sekolah dan keluarga. Anak-anak perlu diberikan ruang untuk belajar, berbicara, membaca, serta mengenal kembali bahasa dan budaya daerahnya.

Selain menjadi ajang pembinaan, FTBI tingkat Kecamatan Kadipaten juga menjadi momentum untuk menjaring siswa-siswi berprestasi. Para peserta yang berhasil meraih juara nantinya akan dipersiapkan untuk mengikuti perlombaan FTBI pada tingkat Kabupaten Tasikmalaya.

Semangat “Ngamumule Basa Sunda, Ngajaga Warisan Bangsa” pun diharapkan tidak berhenti di atas panggung perlombaan. Lebih jauh, kegiatan ini menjadi langkah nyata untuk memastikan Basa Sunda tetap hidup, digunakan, dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Dengan demikian, FTBI Kecamatan Kadipaten bukan hanya tentang siapa yang menjadi juara, tetapi tentang bagaimana menanamkan kecintaan terhadap bahasa ibu sebagai bagian penting dari identitas dan kekayaan budaya bangsa. (Roni)

Baca Juga Tradisi Cukuran Tetap Hidup, Warnai Maulid Nabi di Desa Gegempalan

About analisaglobal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!