Garut, analisaglobal.com — Nasib kurang beruntung dialami Rodiah (64), seorang janda warga Kampung Cipari RT 02 RW 07, Desa Simpen Kaler, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Garut. Bersama kedua anaknya, salah satunya penyandang disabilitas, Rodiah hidup dalam kondisi serba terbatas dan belum pernah tersentuh bantuan pemerintah.
Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Rodiah mengandalkan hasil kebun jagung dan tembakau peninggalan almarhum suaminya. Lahan itu pun tidak seberapa luas, namun tetap dikelola dengan kerja keras oleh Rodiah dan kedua anaknya demi mempertahankan kehidupan.
Saat ditemui di rumahnya, Rodiah mengaku heran mengapa keluarganya tidak pernah mendapatkan bantuan apapun dari pemerintah, baik bantuan sosial maupun bantuan untuk petani. “Yang lain dapat bantuan, saya mah cuma bisa ngurut dada,” ungkapnya lirih. Jumat (09/01/2026).
Baca Juga Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas Resmi Jadi Tersangka KPK, Kerugian Negara Diduga Capai Rp1 Triliun
Hal tersebut dibenarkan putranya, Agus. Ia menyebut bahwa ketika para petani tembakau mendapat bantuan, keluarga mereka hanya bisa gigit jari meski seluruh syarat pengajuan sudah diserahkan kepada kelompok tani. “Data dan persyaratan sudah masuk ke kelompok tani, tapi sampai hari ini tidak ada realisasi,” ujar Agus.
Sementara itu, Yayan selaku Ketua Kelompok Tani dan mantan Ketua RT Cipari 02, mengakui bahwa keluarga Rodiah seharusnya masuk kategori penerima bantuan. “Mereka sangat layak, apalagi ada anggota keluarga yang disabilitas. Data sudah saya serahkan sejak saya menjabat ketua RT, tapi belum ada hasil,” jelasnya.
Menanggapi kondisi tersebut, pihak keluarga berencana menelusuri penyebab terisolirnya keluarga Rodiah dari program bantuan pemerintah, khususnya ke Dinas Sosial Kabupaten Garut. Apalagi keberadaan penyandang disabilitas di dalam keluarga menjadikan mereka berhak atas perhatian khusus dari negara. (Yos Muhyar)
Baca Juga Kasus Pemprov Gagal Bayar Rp 621 Miliar, Ini Kata Gapensi Jabar !!!
Analisa Global Cepat, Aktual dan Berimbang