Kepala SPPG Nusantara – Werasari Dorong BUMDes Masuk Rantai Pasok, Ekonomi Desa Ikut Bergerak

Kabupaten Ciamis, analisaglobal.com — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Sadananya, Kabupaten Ciamis, mulai diarahkan untuk memberikan dampak lebih luas. Selain memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, program tersebut didorong menjadi penggerak ekonomi desa melalui pelibatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Kepala SPPG Nusantara Werasari-Sadananya sekaligus Koordinator Kecamatan (Korcam) SPPG Sadananya, Febi Adrian, mengatakan langkah tersebut merupakan tindak lanjut arahan Badan Gizi Nasional (BGN) terkait penggunaan produk dalam negeri dan pelibatan pelaku usaha lokal dalam mendukung program MBG.

Menurut Febi, BGN telah menerbitkan Peraturan Nomor 10 Tahun 2026 yang mengatur penggunaan produk dalam negeri serta pelibatan usaha mikro, usaha kecil, perseroan perseorangan, koperasi desa/kelurahan Merah Putih hingga BUMDes.

“Di Kecamatan Sadananya, kami mencoba mengimplementasikan arahan tersebut dengan melibatkan BUMDes sebagai fasilitator ekonomi lokal untuk mendukung kebutuhan SPPG,” ujar Febi, Jumat (25/9/2026).

Konsep yang dikembangkan mengusung tema “Dari Desa untuk Gizi Anak Bangsa: Peran Strategis BUMDes untuk Kesuksesan Program MBG.”

Dalam skema tersebut, BUMDes diproyeksikan menjadi penghubung antara potensi ekonomi desa dengan kebutuhan bahan baku SPPG. Produk petani dan peternak lokal akan diidentifikasi dan didata, kemudian difasilitasi BUMDes agar dapat masuk ke dalam rantai pasok SPPG sesuai ketentuan yang berlaku.

Baca Juga TP PKK Kabupaten Tasikmalaya Gelar Bina Wilayah di Desa Tanjungsari, Dorong Lingkungan Bersih dan Keluarga Sehat

“Petani dan peternak kita dorong untuk terlibat. BUMDes menjadi fasilitator utama, kemudian BUMDes membangun kemitraan dengan SPPG yang ada di wilayah Kecamatan Sadananya,” jelasnya.

Sebagai tahap awal, pihaknya mulai mengidentifikasi berbagai komoditas yang tersedia di desa-desa. Data tersebut selanjutnya akan divalidasi dan disesuaikan dengan standar kebutuhan SPPG serta ketentuan BGN.

Menurut Febi, proses tersebut penting untuk memastikan produk lokal yang masuk ke rantai pasok MBG memenuhi standar kualitas, keamanan pangan dan kebutuhan operasional SPPG.

Pembahasan mengenai konsep tersebut telah dilakukan dalam Rapat Kecamatan Sadananya pada 21 September 2026. Pertemuan itu melibatkan seluruh kepala desa, ketua BUMDes, kepala SPPG serta PIC yayasan SPPG di wilayah Sadananya.

Febi menyebut respons terhadap gagasan tersebut cukup positif. Ia berharap pemerintah desa, BUMDes dan SPPG dapat membangun kesamaan langkah sehingga potensi ekonomi lokal tidak hanya menjadi pemasok, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi masyarakat desa.

“Yang kita kejar adalah bagaimana membentuk kemandirian, memperkuat ketahanan pangan, menurunkan angka kemiskinan, dan membuat perputaran ekonomi semakin terasa di tingkat bawah,” katanya.

Ia menambahkan, keberhasilan implementasi konsep tersebut membutuhkan keterlibatan aktif seluruh pihak, termasuk Korcam dan kepala SPPG di masing-masing wilayah.

“Kami berharap seluruh Korcam dan kepala SPPG bisa aware dan cepat mengimplementasikan tujuan program ini, sehingga manfaatnya tidak hanya dirasakan dari sisi gizi, tetapi juga mampu menggerakkan ekonomi masyarakat desa,” pungkasnya. (Dods)

Baca Juga Belinda Nail Art Hadir di Cibeureum dan Tamansari, Tawarkan Perawatan Kecantikan Lengkap dan Ekspresi Gaya

About analisaglobal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!