Kabupaten Tasikmalaya, analisaglobal.com — Libur sekolah tinggal beberapa hari lagi berakhir. Para siswa, mulai dari tingkat dasar hingga menengah, bersiap kembali ke sekolah masing-masing untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar dengan fasilitas yang layak demi kenyamanan proses belajar.
Namun kondisi berbeda justru terlihat di SDN 2 Ciroyom, Kecamatan Bojonggambir, Kabupaten Tasikmalaya. Sekolah ini baru beberapa bulan lalu selesai mendapat bantuan proyek revitalisasi senilai Rp 1.508.000.000, namun kini kondisinya sudah memprihatinkan.
Pantauan di lokasi, sejumlah plafon sudah ambruk, dinding tampak retak-retak, sehingga menimbulkan kekhawatiran para guru, orang tua murid, hingga komite sekolah terhadap keselamatan para siswa saat kegiatan belajar dimulai.
“Kami waswas, khawatir terjadi hal-hal yang tidak diinginkan saat kegiatan belajar berlangsung. Padahal dana revitalisasinya sangat besar,” ungkap salah seorang tokoh masyarakat setempat.
Baca Juga PLT Kadisdik Lamsel Angkat Bicara Terkait Dugaan Carut Marut SPMB SMPN 1 Kalianda
Warga juga menyayangkan sikap pihak Dinas Pendidikan dan Inspektorat, yang menurut mereka sudah mengetahui kondisi sekolah itu melalui pemberitaan media online, namun hingga kini tidak ada tindakan nyata.
Rowida, selaku Ketua Komite Sekolah, dengan nada tegas mempertanyakan kinerja pihak terkait. “Ada apa dengan Dinas Pendidikan? Kenapa tidak ada respons sama sekali terhadap kondisi sekolah kami? Di mana fungsi pengawas? Kami sudah hilang kesabaran,” ujarnya.
Rowida juga mengungkapkan bahwa masalah di sekolah itu bukan hanya soal kerusakan bangunan, tapi juga menyangkut hak-hak warga yang belum diselesaikan, seperti upah pekerja dan pembayaran material ke toko bangunan yang belum lunas.
“Jangan anggap enteng persoalan ini, apalagi sebentar lagi sekolah akan digunakan. Kalau tidak ada perbaikan segera, kami akan melarang kegiatan belajar mengajar di sekolah karena terlalu berisiko, apalagi sekarang musim hujan,” tegasnya.
Diketahui, proyek revitalisasi SDN 2 Ciroyom dikerjakan oleh CV Amanah Rabani, yang disinyalir kini lepas tanggung jawab atas kualitas pekerjaan mereka.
Sementara itu, pihak Inspektorat Kabupaten Tasikmalaya melalui H. Omay menyebutkan pihaknya akan berkoordinasi lebih lanjut dengan Irban III untuk menindaklanjuti permasalahan ini.
Warga berharap ada tindakan cepat dari pemerintah daerah untuk memperbaiki kondisi sekolah dan menyelesaikan hak-hak yang belum tuntas, demi keselamatan dan kenyamanan para siswa saat kembali ke sekolah. (Yos Muhyar)
Baca Juga Camat Puspahiang Pimpin Rakor Tingkat Kecamatan, Tekankan Transparansi Dana Desa
Analisa Global Cepat, Aktual dan Berimbang