Kabupaten Tasikmalaya, analisaglobal.com — Pemerintah Desa (Pemdes) Jatihurip Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya merealisasikan program gerakan setengah miliar masker desa sebagai bagian program desa aman dari Covid-19. Masker dibagikan kepada warga Desa dan santri Pondok Pesantren Al-Idrisyiah secara door to door kepada masyarakat oleh Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK).

Kegiatan pembagian masker di hadiri oleh Drs Yayat Suryatna selaku Camat Cisayong, Dadang Mursyid, S.Pd Kepala Desa Jatihurip, Ketua PKK beserta anggota, Babinsa Kamtibmas, Aparatur Desa dan Pendamping Desa. Sabtu (19/09/2020).

Menurut Camat Cisayong, Drs. Yayat Suryatna, kegiatan pembagian masker ini dilakukan sebagai respon instruksi pemerintah pusat kepada level pemerintahan yang dibawahnya untuk menlakukan penanggulangan wabah covid-19 dengan program pembagian masker kepada warga masyarakat yang bersumber dari Dana Desa.

“Kegiatan pembagian masker kepada masyarakat sesuai instruksi dari pemerintahan pusat, yang bersumber dari dana desa (APBN). Tujuannya untuk penanggulangan covid-19. Instruksi dari pemerintahan pusat di respon oleh semua institusi provinsi, kabupaten, kecamatan dan desa. Untuk penggulangan covids-19. Rata-rata tiap desa menganggarkan 45 Juta pada tahap awal. Sesuai dengan jumlah penduduknya. Tiap orang mendapatkan 2 masker dengan usia 4 tahun ke atas “Ujarnya”.

Menurut Kepala Desa Jatihurip, Dadang Mursyid, S.Pd, Kegiatan pembagian masker kepada masyarakat desa adalah bentuk dari tindak lanjut dari surat edaran nomor : S.2294/HM.01.03/VIII/2020 tertanggal 4 Agustus 2020 dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT).

“ Setidaknya ada lima poin isi dari surat yang dikeluarkan oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia. Di poin pertama ditegaskan bahwa kepala desa wajib melakukan pengadaan masker kain yang bisa dicuci sebanyak empat buah  bagi setiap warga. Dua masker diadakan dengan dana melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Sedangkan dua masker lainnya melalui swadaya warga yang mampu (gotong royong). Poin kedua, ditegaskan mengenai desain masker berlogo ulang tahun ke-75 Republik Indonesia sebagaimana terlampir dengan diunduh di www.kemendesa.go.id. Kemudian di poin ketiga, disampaikan mengenai distribusi dan sosialisasi masker dilaksanakan dari rumah ke rumah oleh ibu-ibu pemberdayaan kesejahteraaan keluarga (PKK).”Ujarnya”.

Menurut Dadang Mursyid S.Pd. Sesuai dengan petunjuk teknis dari surat edaran tersebut. Setiap desa wajib melakukan pengadaan masker kain yang bisa di cuci sebanyak 4 buah setiap warga, 2 masker diambil dari dana desa (DD) melalui Bumdes, 2 masker lainnya melalui swadaya masyarakat yang mampu gotong royong,” ungkapnya kepada analisaglobal.com

Usai melaunching program tersebut.
Mekanisme pengadaanya, kata Dadang Mursyid, dengan melalui bumdes, jadi penyedia Masker itu bumdes. Bumdes menyerahkan ke desa dan pemerintahan desa akan mengganggarkan masker yang telah disepakati sesuai dengan perbup dan permendes tersebut.

“Dari bumdes ke desa. dan dari desa diserahkan untuk pembagian masker ini kepada PKK. Jadi PKK lah yang membagikan masker ini kepada PKK.alhamdulillah bukan hanya PKK tapi juga BPD LPM, bumdes itu sendiri, karang taruna ikut andil.”Tambahnya.”

Menurutnya, Anggaran untuk penyediaan masker di desa jatihurip sebanyak 7800 buah. Dengan harga Rp 6000,00/pcs jadi Jumlah Total Rp. 46.800.000,00. Pengerjaannya oleh UKM lokal yang berada di Desa Jatihurip. Tujuannya untuk pemberdayaan masyarakat dan pengelolaannya oleh Bumdes.

“Untuk Desa Jatihurip 7800 masker hari ini sebagian sudah kita bagikan bersama ibu-ibu Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) yang kita bagikan secara door to door ke rumah warga.,” lanjutnya.

Kemudian, Kepala Desa Jatihurip berharap, dengan adanya pembagian masker ini masyarakat dapat lebih sadar dan memerhatikan betapa pentingnya memakai masker di tengah pandemi COVID-19 ini, “harapan saya, mudah-mudahaan dengan adanya pembagian masker ini menjadi stimulant yang mampu menumbuhkan rasa kepedulian terhadap indivdu masyarakat sendiri, bagaimana caranya kita memutus mata rantai covid-19 itu. Salah satunya dengan menggunakan masker. Dengan adanya upaya menggunakan masker ini mudah-mudahan masyarakat sadar akan kepedulian tersebut sehingga dapat tercegah dari virus covid-19. “Pungkas Dadang Mursyid.***Red

Leave a Reply