Bandung, analisaglobal.com – Public Policy Watch (PPW) merilis hasil pengawasan terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jawa Barat, Rabu (28/8/2025). Program unggulan pemerintah yang menelan anggaran hingga Rp50 triliun jika berjalan penuh ini diharapkan mampu meningkatkan gizi anak sekaligus menggerakkan ekonomi lokal. Namun, efektivitas dan tata kelola anggarannya dinilai masih perlu pengawasan ketat.
Dalam laporan PPW, dari 4.000 dapur MBG yang telah terbentuk, sebanyak 92% sudah memenuhi standar kebersihan dan keamanan pangan. Meski begitu, 8% lainnya masih perlu perbaikan fasilitas. Dari sisi distribusi, 87% dapur mampu menyalurkan makanan tepat waktu, namun terdapat keterlambatan di wilayah terpencil. Sementara itu, 80% penerima manfaat menyatakan puas dengan menu yang disajikan, meski variasi makanan masih menjadi catatan.
PPW juga menemukan bahwa 63% bahan pangan yang digunakan berasal dari rantai pasok lokal sehingga mampu mendukung perekonomian daerah. Namun, sejumlah persoalan masih muncul, di antaranya keterbatasan SDM terlatih, lemahnya sistem digitalisasi pelaporan, serta risiko kebocoran anggaran akibat tata kelola yang belum tertib dan minimnya pengawasan partisipatif masyarakat.
Baca Juga Workshop Kader PKK Digelar di Kecamatan Cigalontang, Dorong Peningkatan Layanan Posyandu
Direktur Eksekutif PPW, Azaz Fauzan, S.H., menegaskan perlunya transparansi dan akuntabilitas dalam program berskala besar ini. “Dengan anggaran sebesar Rp50 triliun, setiap rupiah harus dipertanggungjawabkan. Hasil pengawasan menunjukkan tren positif, tetapi jika tidak ada perbaikan signifikan pada sistem pelaporan, kualitas SDM, dan transparansi, maka ada risiko program ini hanya menjadi proyek besar tanpa dampak maksimal bagi anak bangsa,” ujarnya.
PPW mendorong adanya audit independen yang dipublikasikan secara rutin, integrasi sistem digital transparan, serta pelatihan standar gizi bagi tenaga dapur. Partisipasi masyarakat juga dianggap penting untuk memastikan pengawasan berjalan efektif.
PPW menegaskan komitmennya untuk terus mengawal Program MBG agar tidak hanya menjadi kebijakan populis, tetapi benar-benar memberi manfaat nyata, transparan, dan berkelanjutan bagi masyarakat. (Driez)
Analisa Global Cepat, Aktual dan Berimbang