Kabupaten Ciamis, analisaglobal.com — Peternak milenial berasal dari Makasar yang kini tinggal di Ciamis berhasil kembangkan peternakan ayam lokal yang berkualitas. Pria tersebut yaitu Samsir (30), dirinya sendiri sangat senang tinggal di Ciamis dan cocok suasana daerahnya. Kamis (19/08/2021).

Samsir mengatakan dirinya merintis usaha peternakan sejak tahun 2018 yang memang basic-nya dari peternakan. Samsir sendiri memiliki mimpi besar yaitu ingin mengembangkan ayam lokal di Indonesia.

“Awal melangkah di peternakan mulai puluhan ekor indukan sampai sekarang sudah memiliki 350 ekor indukan ayam kampung”, katanya.

Untuk produksi proses pembibitan ayam petelur kini sudah menghasilkan sekitar 65% dan dari telur tersebut telurnya di bersihkan lalu di seleksi dari bobot 42 gram kita masukkan ke dalam mesin penetas.

“Selama di mesin, waktu menetas sama seperti mengeram pengeraman ayam pada apa khususnya 21 hari. Setelah itu kita sebarkan ke peternak-peternak yang sudah pesan di awal untuk saat ini per 5 hari sudah bisa mendapatkan DOC 300-400 ekor”, terang Samsir saat ditemui di kandang pembibitan ayam nya di Dusun Desa, Desa Kertabumi, Kecamatan Cijeungjing, Ciamis, Kamis (19/8/2021).

Samsir menjelaskan, banyak tanggapan positif dari konsumen dengan kehadiran ayam kampung BAF (Barokah Adigana Farm), menurut warga setempat bisa di sebut ayam kampung Paranje.

“Untuk masalah pertumbuhan membutuhkan waktu maksimal 2 bulan itu mencapai bobot 1 kg dengan menghabiskan pakan 2,2 kg untuk mendapatkan daging 1 kg jadi FCR nya 2,2”, jelasnya.

Pengirimannya sudah menyebar ke beberapa daerah hampir mencakup Jabar dan Jateng kita sudah pernah mengirim ke Purwakarta, Sukabumi, Bandung, Tasik, Ciamis dan Purwokerto.

Jurnalis : A. Yayat/A. Suryana

Leave a Reply