Kabupaten Ciamis, analisaglobal.com — Ayu Nika Santiani (19) selain memiliki paras cantik dan mengenyam pendidikan kuliah di STHB semester 3, Ia pun rajin mengikuti pendidikan agama di Pesantren Nurul Hidayah, Desa Sidamulih, Kecamatan Pamarican, Kab. Ciamis.

Ayu kelahiran Kecamatan Majalaya, Kab. Bandung dan besar di Samarinda, Kalimantan Timur dibalik kepintarannya, Ia memiliki talenta dalam seni.

Ketika ditemui di pondok Pesantren Nurul Hidayah, Sabtu (03/07/2021), Ayu Nika menuturkan awal mula masuk pesantren berawal dari informasi Hilman ketika bertemu dalam kegiatan pramuka waktu Raimuna tahun 2017 di Kecamatan Kiarapayung, Kab. Sumedang.

“Waktu itu saya ketemu Hilman dalam kegiatan pramuka waktu acara Raimuna se-Provinsi Jawa Barat. Saya sebagai perwakilan dari Kab. Bandung dan Hilman sendiri sebagai perwakilan dari Kab. Ciamis,” tuturnya

Ayu menambahkan selang beberapa lama selepas kegiatan pramuka, saya sama Hilman berkomunikasi di medsos FB dan WhatsApp (WA), dan pada akhirnya Hilman memperkenalkan saya dengan pesantren Nurul Hidayah.

“Sejak itu saya mengenal pesantren Nurul Hidayah sejak tahun baru 2021, saya merasakan banyak potensi yang harus dikembangkan yang mati karena tidak ada Sumber Daya Manusia (SDM), dari situ saya berfikir, berarti kita disini penyakitnya itu harus mengelola Sumber Daya yang ada untuk dikembangkan supaya bisa mengelola potensi sendiri,” imbuhnya.

Berhubung proses belajar di perkuliahan sekarang masih online, jadi masih ke handle kalaupun menjalankan kuliah sambil pesantren. Namun jika sistem perkuliahan berubah menjadi tatap muka maka kegiatan pesantrennya saya tinggalkan dulu.

“Tentunya dengan kegiatan pesantren disini bisa mendapatkan keberkahan dan ilmu yang sebelumnya belum pernah saya dapatkan, pun bisa membawa bekal lebih banyak dari sini. Karena disini pun tidak hanya sekedar belajar tapi juga disini mendapatkan energi positif yang bisa saya tularkan di luar,” jelasnya.

Dibalik kesibukannya di bidang pendidikan kuliah dan pesantren, Ayu Nika memiliki talenta dalam seni. Ayu menambahkan sebetulnya waktu kecil saya selalu di kucil kan dalam lingkungan keluarga karena tidak bisa bernyanyi. Karena saya dilahirkan dari keturunan dari tokoh keluarga seni di Kampung Budaya binaan Apih Warcal (Alm) Kecamatan Majalaya.

Seperti para sinden di Jawa Barat pun waktu itu belajar dari Apih Warcal, karena waktu saya belum memasuki jaman dikala itu, setelah Apih Warcal meninggal, saya baru beranjak dewasa, jadi sama sekali tidak ada bimbingan Apih Warcal/Abah.

“Lagu-lagu yang saya nyanyikan tergantung mood, kalau moodnya religi saya bawakan lagu religi kadang moodnya ke sunda ya sunda, kalau moodnya ke pop ya bawakan lagu pop jadi random semua bisa. Jika ada rejekinya suatu hari jadi viral saya tetap prioritaskan dulu selesaikan kuliah,” pungkasnya.

Jurnalis : A. Yayat H/ A. Suryana

Leave a Reply