Kabupaten Ciamis, analisaglobal.com — Telah terjadi kecelakaan tunggal, mobil odong-odong bermuatan penumpang 13 orang terguling di jalan Cireong, Dusun Walahir, RT 12, RW 006, Desa Sukaresik, Kecamatan Sindangkasih, Kabupaten Ciamis.

Selang satu hari kecelakaan mobil odong-odong terjadi di Dusun Gunungsari, Desa Panyingkiran, Kecamatan Ciamis.

Mobil odong-odong dengan Nopol Z 1172 AB yang dikendarai oleh Dedi Efendi (50) warga jalan Cinehel, Kampung Gunagara II, RT.004 RW.015, Kelurahan Nagarasari, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya.

Menurut AKP Zanuar Cahyo Wibowo S.I.K, Kasat Lantas Polres Ciamis menuturkan, memang benar kecelakaan odong-odong sudah kedua kalinya alami kecelakaan.

” Kejadian pertama hari Minggu di Kecamatan Ciamis, hingga ada 18 orang penumpang yang terluka,” tuturnya.

Kali ini terjadi di Desa Sukaresik, Kecamatan Sindangkasih pada hari Selasa, (22/6/2021). Berdasarkan kronologisnya mobil Daihatsu Modifikasi Nopol Z 1172 AB. Mobil tersebut dikemudikan saudara Dedi Efendi warga Kota Tasikmalaya.

“Berdasarkan hasil keterangan dari saksi dan olah TKP, mobil berasal dari arah Utara Desa Sukaresik menuju arah Selatan Sindangkasih. Sesampainya di lokasi kejadian melewati jalan menurun dan melewati tikungan ke kanan, mobil mengalami oleng sehingga terjatuh sendiri,”Jelasnya.

Ia juga menjelaskan, saat terguling itu bagian body samping kanan berada di atas sehingga mengakibatkan pengemudi dan 13 orang penumpang mengalami luka-luka, akibatnya pengemudi Dedi Efendi dan satu orang penumpang langsung dibawa ke RS Jasa Kartini Tasikmalaya guna mendapatkan pertolongan.

Selain itu, untuk 9 orang penumpang lainnya dibawa ke RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya dan 3 orang lagi dibawa ke RS TMC Tasikmalaya.

“Akibat kejadian tersebut tidak menimbulkan korban jiwa, semua penumpang hanya alami luka-luka. Adapun penumpang terdiri dari orangtua dan anak anak,” ucapnya.

Akibat kejadian tersebut, pihak kepolisian tegaskan bahwa tidak boleh memodifikasi mobil apalagi kondisi terbuka, serta membawa penumpang dengan jumlah yang banyak melebihi kapasitas muatan karena sangat jelas membahayakan penumpang. Pungkasnya***A.Yayat H/Goez

Leave a Reply