Kabupaten Tasikmalaya, analisaglobal.com — Lili Suherli (60) merupakan warga kampung Cihanjaro RT 02/03 desa Pakemitan Kidul kecamatan Ciawi kabupaten Tasikmalaya, Lili terpaksa tinggal di rumahnya yang sudah mau ambruk atau tidak layak huni. Untuk bertahan hidup dirinya mengumpulkan barang bekas untuk kemudian di jual.

Rumah Tidak Layak Huni milik Bapak Lili Suherli warga Kp. Cihanjaro RT 002/003 Desa Pakemitan Kidul Kecamatan Ciawi Kabupaten Tasikmalaya. Kamis (05/08/2021).

Saat analisaglobal.com menyambangi kediamannya, terlihat jelas rumahnya sudah mau ambruk akibat dimakan usia, selain itu Lili Suherli juga kerap sakit – sakitan akibat faktor usia, karena dirinya belum menikah meskipun sudah lanjut usia, Lili untuk sementara waktu tinggal di rumah kakak nya.

Lili Suherli (60) Warga Kp. Cihanjaro RT 02/03 Desa Pakemitan Kidul Kecamatan Ciawi Kabupaten Tasikmalaya. Kamis (05/08/2021).

Saat di wawancara, Lili Suherli mengungkapkan kalau dirinya sangat berharap bisa mendapatkan bantuan untuk rumahnya yang sudah mau ambruk, akan tetapi tidak pernah mendapatkan dikarenakan tidak masuk dalam kriteria. Ungkapnya. Kamis (05/08/2021).

“Sudah 2 kali diajukan kepada pemerintah desa, bahkan sudah di survei, akan tetapi selalu gagal dengan alasan tidak masuk dalam kategori penerima manfaat karena belum menikah (belum berkeluarga)”. tuturnya.

Gandara Ketua RT 02/03 Kp. Cihanjaro Desa Pakemitan Kidul Kecamatan Ciawi Kabupaten Tasikmalaya. Kamis (05/08/2021).

Sementara Gandara selaku ketua RT setempat mengungkapkan, kalau dirinya merasa prihatin dengan keadaan bapak Lili Suherli, karena beliau tinggal seorang diri di rumahnya yang sudah reyot, atau mau ambruk, hanya saja ada teman menyarankan untuk menghubungi pihak media analisaglobal.com, malahan saya juga mencoba untuk menggalang donasi melalui media sosial barangkali ada yang mau membantu bapak Lili. Ungkap Gandara

“Mudah – mudahan nantinya ada dermawan atau komunitas manapun yang mau peduli kepada beliau dan dapat membantu merenovasi rumah bapak Lili Suherli supaya menjadi rumah yang layak huni sebagaimana tujuan dari pemerintah. Serta saya juga selaku RT berharap agar pemerintah desa ataupun pemerintah daerah bisa mengupayakan atau memperjuangkannya”. harap Gandara

Keadaan di Dalam rumah bapak Lili Suherli warga Kp. Cihanjaro RT 002/003 Desa Pakemitan Kidul Kecamatan Ciawi Kabupaten Tasikmalaya. Kamis (05/08/2021).

Selanjutnya analisaglobal.com mencoba mengkonfirmasi pihak pemerintah Desa Pakemitan Kidul, hanya saja saat ditanyakan kepada perangkat desa, kepala Desa sedang keluar dan ketika analisaglobal.com meminta bertemu dengan Sekdes, yang bersangkutan pun sama sedang keluar, sehingga sampai berita ini diturunkan pihak pemerintah desa belum bisa dimintai keterangan.

Dilain pihak menurut Adi Abdullah Umar Jaelani ST, MM, selaku kasie Perencanaan teknis dan pengendalian perumahan DPUTRPP Kabupaten Tasikmalaya saat dikonfirmasi terkait Rumah tidak layak huni milik bapak Lili Suherli, Adi mengatakan bahwa sangat berterima kasih sehingga pihak dinas mengetahui adanya hal tersebut. Ucapnya

Adi Abdullah Umar Jaelani ST, MM, – Kasie Perencanaan teknis dan pengendalian perumahan DPUTRPP Kabupaten Tasikmalaya.

“Jadi kalau melihat posisi calon penerima seperti yang diceritakan tadi bahwa belum berkeluarga, memang aturannya seperti itu, karena syarat dalam proses verifikasi ataupun pengusulan kita selalu ambil baiknya dan tidak memaksakan dalam proses pengusulan.” Jelas Adi

Adi Juga menuturkan, sebetulnya dalam proses pengusulan juga menurut kami masih ada kebijakan – kebijakan lain, dan itu tetap kembali ke pihak pemerintah desa, dalam artian posisi yang seperti Bapak Lili masih ada program lain, karena sifatnya memang sulit juga untuk MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah) seperti itu ketika di usulkan ke program RUTILAHU. tuturnya

Keadaan di Dalam rumah bapak Lili Suherli warga Kp. Cihanjaro RT 002/003 Desa Pakemitan Kidul Kecamatan Ciawi Kabupaten Tasikmalaya. Kamis (05/08/2021).

“Karena sampai saat ini belum ada ketentuan seperti itu, mungkin hal yang seperti bapak Lili masuk dalam kriteria jompo, mudah – mudahan kedepannya ada program bantuan baik dari Bupati, pemerintah daerah ataupun provinsi termasuk kementerian PUPR juga untuk bantuan dengan kriteria seperti bapak Lili. Karena kita sampai saat ini belum merumuskan hal seperti itu, dan tentunya di kabupaten Tasikmalaya ini yang seperi Bapak Lili pasti banyak” Ungkapnya

Adi juga menambahkan, dengan adanya hal seperti bapak Lili, Saya berharap pihak pemerintah desa bisa memberikan solusi dan jalan keluar melalui program lain, baik itu melalui program CSR ataupun ke Baznas, karena ketika dipaksakan untuk masuk dalam program RUTILAHU tentunya tidak akan masuk dalam kriteria yang sesuai juklak dan juknis ataupun aturannya. Imbuh Adi***UWA

Leave a Reply