Kabupaten Ciamis, analisaglobal.com — Cikal bakal Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) adalah Kelompok Penggiat Pariwisata (Kompepar) yang mana keduanya bernaung di bawah kementrian Pariwisata. Kompepar maupun Pokdarwis keduanya memiliki regulasi hukum yang jelas dimana keduanya di kukuhkan oleh tingkat Provinsi yaitu Gubernur.

Semuanya sudah sama yang memang kembali lagi tadi ada satu keputusan Gubernur untuk mengapresiasi kepada Pokdarwis maupun Kompepar.

Kenapa kita harus mengikuti apresiasi sadar wisata tingkat nasional? salah satu contoh Pokdarwis Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat yang mengelola “Stone Garden” berhasil mendapat piala juara ke-2 tingkat nasional.

“Nah setelah itu sudah beberapa kali apresiasi karena kami tidak pernah berhenti hingga pada akhirnya tahun 2017 kita memberanikan diri menggunakan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan Alhamdulillah di tahun 2017 kita kembali meraih Juara ke-2 Nasional dan kita mengalahkan Bali,” imbuh Pak Yadi selaku Wakil Ketua Pokdarwis Jawa Barat saat memberikan arahan kepada Pokdarwis se-Kabupaten Ciamis, Sabtu (5/5/2021).

Sehebat apapun destinasi wisata tapi kalau tidak mensejahterakan masyarakatnya belum tentu dikatakan wisata itu berhasil, akan tetapi walaupun tempat wisata nya sederhana tapi bisa mensejahterakan masyarakatnya itu adalah wisata yang berhasil. Oleh karena itu, tempat wisata harus merangkul ekonomi kreatif nya yang ada di daerah itu sendiri.

“Awalnya dari kesadaran masyarakat dengan tujuan pemerintah untuk mensejahterakan masyarakatnya jadi akhirnya dibentuk empat (4) komponen, yang pertama mungkin adanya Industri Pariwisata seperti Arsipa, kedua ada GENPI, ketiga ada HPI dan yang paling keren ada Pokdarwis,” ujarnya.

Sementara itu, Dani dari MTMA Trans TV, Tasikmalaya menambahkan untuk mempromosikan wisata kita harus aktif menggunakan medsos seperti Instagram dan Youtube. Jadi mereka mengetahui objek wisata ataupun tulis “attention” pasti dari gadget itu yang paling mujarab.

“Di situ kita sering upload tempat-tempat yang notabene orang-orang belum pernah kunjungi, jadi kita promosikan di Instagram, Youtube, karena itu sangat luar biasa penggunanya lumayan banyak,” ujar Dani

Selanjutnya Dani menjelaskan, pengelola ataupun Pokdarwis harus berkolaborasi dengan komunitas-komunitas di daerah, jadi tanpa kolaborasi dengan orang-orang dari komunitas, kita tidak akan ada apa-apa. Selain itu kita membutuhkan yang namanya kolaborasi dengan zaman sekarang, yang tadinya kita memang dari mulut ke mulut sekarang udah masuk ke ranah digital.

“Misalnya kita Live tempat wisata di Instagram, nah di situ kita memperkenalkan ada objek wisata baru, maka masyarakat akan penasaran ingin mengunjunginya,” pungkasnya.***A.Yayat H/Goez

Leave a Reply