Warga Ciamis Minta Klarifikasi Isu Jembatan Cirahong, Tekankan Pentingnya Bijak Bermedsos

Kabupaten Ciamis, analisaglobal.com — Polemik yang tengah viral terkait dugaan praktik pungutan liar di Jembatan Cirahong mendapat tanggapan dari berbagai pihak. Salah satunya datang dari Andi Ali Fikri, warga Kabupaten Ciamis sekaligus pemerhati budaya dan prasasti.

Menurut Andi, masyarakat diimbau untuk tidak tergesa-gesa dalam menyikapi informasi yang beredar di media sosial. Ia menilai, banyak narasi yang berkembang justru belum memiliki kejelasan dan berpotensi menimbulkan kesalahpahaman.

“Jangan langsung menelan mentah-mentah informasi yang belum jelas. Perlu pemahaman menyeluruh, termasuk aspek sosiologis, geografis, hingga kearifan lokal yang ada di sekitar Jembatan Cirahong,” ujarnya. Selasa (07/4/2026).

Ia juga menyoroti munculnya narasi provokatif yang beredar di media sosial, yang dinilai dapat memperkeruh situasi. Menurutnya, kondisi tersebut perlu diluruskan agar tidak menimbulkan persepsi negatif terhadap masyarakat setempat.

Andi turut menyampaikan permohonan kepada Gubernur Jawa Barat agar lebih cermat dalam merespons informasi yang bersumber dari media sosial. Ia menekankan pentingnya proses verifikasi melalui jajaran pemerintah daerah, mulai dari tingkat kabupaten hingga kecamatan.

“Harus ada cross-check. Pemerintah daerah punya perangkat sampai ke bawah, itu bisa dimanfaatkan untuk memastikan kebenaran informasi,” katanya.

Lebih lanjut, Andi menjelaskan bahwa keberadaan warga yang menjaga Jembatan Cirahong selama ini bersifat sukarela. Mereka tidak pernah memaksa pengguna jalan untuk memberikan uang, melainkan berperan sebagai relawan yang membantu menjaga keamanan dan kelancaran lalu lintas.

Baca Juga Gercep! DLH Kota Tasikmalaya Tindak Cepat Tumpukan Sampah di Jalan Cihideung

“Mereka ini relawan. Tidak ada paksaan. Justru mereka mengorbankan waktu untuk membantu menjaga keamanan di lintasan jembatan,” jelasnya.

Terkait penyelesaian persoalan, Andi menyebutkan bahwa masyarakat telah melakukan musyawarah dan menghasilkan beberapa opsi. Di antaranya adalah meminta klarifikasi dari pihak terkait serta mengundang Gubernur Jawa Barat untuk datang langsung ke Kabupaten Ciamis guna berdialog dengan warga.

“Kalau memungkinkan, kami ingin Pak Gubernur hadir langsung ke sini. Kalau tidak, kami siap beraudiensi untuk meluruskan berbagai persepsi yang berkembang,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan pentingnya menghadirkan pihak yang pertama kali menyebarkan informasi viral tersebut, agar dapat dilakukan klarifikasi secara terbuka sebagai bagian dari edukasi publik.

Menurut Andi, fenomena ini menjadi pelajaran penting agar masyarakat lebih bijak dalam menggunakan media sosial, serta tidak mudah terprovokasi demi kepentingan popularitas semata.

Di sisi lain, ia mengakui adanya dampak positif dari viralnya isu tersebut, yakni meningkatnya perhatian publik terhadap Jembatan Cirahong. Namun demikian, dampak negatif juga dirasakan, seperti menurunnya aktivitas para relawan yang selama ini membantu menjaga keamanan, terutama pada malam hari.

“Kita tidak ingin kejadian-kejadian yang pernah ada terulang kembali. Peran relawan ini penting dan harus tetap dijaga,” tegasnya.

Ia pun menekankan pentingnya menjaga kearifan lokal serta semangat gotong royong masyarakat. Menurutnya, keberadaan relawan justru membantu pemerintah dalam menjaga keamanan tanpa membebani anggaran.

“Ini bagian dari gotong royong masyarakat. Kalau semua harus dibiayai, tentu akan berat. Dengan swadaya, justru bisa membantu pemerintah dan masyarakat itu sendiri,” tambahnya.

Sebagai langkah lanjutan, masyarakat Cirahong berencana mengajukan permohonan audiensi secara resmi kepada pemerintah provinsi guna menyampaikan aspirasi dan meluruskan informasi yang berkembang. (Dods)

Baca Juga Menu MBG Dari Dapur SPPG Kudadepa Diduga Bermasalah, Ayam Belum Matang Bikin Siswa Enggan Makan

About analisaglobal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!