Kabupaten Ciamis, analisaglobal.com — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD Negeri 1 Werasari, Kecamatan Sadananya, Kabupaten Ciamis, yang dikirim oleh SPPG Nusantara mendapat respons positif dari para siswa maupun pihak sekolah. Selain dinilai semakin variatif, kualitas kebersihan dan kandungan gizinya juga disebut terus mengalami peningkatan.
Salah seorang siswa kelas 6 SDN 1 Werasari, Hapiz, mengaku menyukai menu makanan yang diberikan melalui program MBG. Menurutnya, rasa makanan yang disajikan sudah enak dan sesuai dengan selera siswa.
“Enak. Menu yang paling saya suka daging ayam,” ujar Hapiz.
Meski demikian, Hapiz berharap ke depan menu makanan bisa semakin beragam. Ia bahkan menyampaikan keinginannya agar suatu saat tersedia menu nasi Padang.
“Saya minta dibikinin nasi Padang,” katanya sambil tersenyum.
Sementara itu, Kepala SDN 1 Werasari Sadananya, Nanang, menuturkan bahwa kualitas menu MBG yang dikirim dari SPPG Nusantara terus mengalami perbaikan dibandingkan awal pelaksanaan program.
“Alhamdulillah semakin membaik. Kalau di awal-awal memang masih ada yang kurang menarik, tapi sekarang sudah banyak variasinya dan yang utama higienis,” ungkap Nanang.
Ia juga menegaskan hingga saat ini belum pernah terjadi hal-hal yang tidak diinginkan terkait makanan yang diberikan kepada para siswa.
“Alhamdulillah sampai sekarang belum ada kejadian yang tidak diinginkan,” katanya. Kamis, (21/5/2026).
Baca Juga Ketua DPC PWRI Kota Tasikmalaya Soroti Ketimpangan KBLI dan Realita Usaha di E-Katalog
Nanang berharap kualitas makanan, baik dari sisi kebersihan maupun kandungan gizinya, terus dipertahankan bahkan ditingkatkan.
“Yang baik-baiknya dipertahankan terus. Kualitas higienis dan kualitas gizinya harus tetap dijaga dan ditingkatkan,” tegasnya.
Menurut Nanang, menu ayam goreng menjadi makanan yang paling diminati para siswa dibanding menu lainnya.
“Ayam goreng yang paling diminati anak-anak,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan dukungannya terhadap program pemerintah tersebut karena dinilai membawa dampak positif, khususnya dalam meningkatkan kesehatan dan gizi anak-anak.
“Semoga program ini membawa dampak yang baik, terutama meningkatkan kesehatan siswa dan menekan angka kekurangan gizi atau stunting,” katanya.
Selain berdampak pada kesehatan siswa, program MBG juga dinilai memberikan efek ekonomi bagi masyarakat sekitar melalui keterlibatan berbagai pihak dalam penyediaan makanan bergizi untuk sekolah. (Dods)
Baca Juga Indomaret Di Cisayong Diduga Nekat Beroperasi Sebelum Kantongi PBG, Pembiaran Atau Kelalaian?
Analisa Global Cepat, Aktual dan Berimbang