KAB.TASIKMALAYA, analisaglobal.com — Bumdes-bumdes yang ada di kabupaten Tasikmalaya memiliki usaha yang berbeda-beda dan memberi dampak positif untuk perekonomian masyarakat karena dengan adanya bumdes masyarakat sangat terbantu perekonomiannya meski itu sedikit demi sedikit.

Salah satunya contoh bumdes karya Mukti desa puspamukti kecamatan cigalontang yang membuka 4 unit usaha diluar dari pada bumdes juara, yang prioritas mengedepankan bank sampah dan pembibitan.

Kepala unit dusun Parung bank sampah Ismail Marjuki mengatakan disisi untuk lingkungan alhamdulilah masyarakat yang tadinya sembarangan buang sampah jadi terkoordinir serta membuat lingkungan jadi terjaga, kemudian dari aspek ekonominya alhamdulilah masyarakat punya tabungan ada 60 Kepala keluarga (KK) yang menabung di unit dusun Parung dan diambilnya itu setiap setahun sekali biasa pas mau lebaran baru di ambil, dan itu lumayan ada yang 150 ribu, 200 ribu bahkan ada yang 500 ribu untuk per tahun dari 1 orang penabung, ungkapnya.

Untuk pusatnya di kampung nol yang ketuanya pak iwan, alhamdulilah kita sekali setor tidak kurang dari 500 ribu, mudah-mudahan kedepannya meningkat. Tentunya masyarakat mendukung jadi sekarang dukungan masyarakat itu terlihat dari mereka mengerti bahwa buang sampah sembarang itu tidak baik.

Ismail menjelaskan kalau di pusatnya di kampung nol sampah itu ada beberapa jenis yang bisa diolah, kalau disini ada teknologi-teknologi yang sudah berkembang supaya menghasilkan lingkungan bersih terus nilai ekonominya meningkat jika diolah di wilayah. Pungkasnya.

Atang Ridwan kepala desa PUSPAMUKTI menjelaskan kalau untuk permasalahan sampah memang secara umumnya kita hanya bisa sedikit menanggulangi untuk sampah non organik adapun sampah organik kalaupun memang disini lingkungannya memang di butuhkan tapi butuh edukasi kembali untuk bagaimana mengelola sampah organik itu sendiri supaya tidak berceceran, jelasnya.

“Kedepannya kita lagi mencari solusi mengusahakan untuk bisa mendaur ulang sampah organik,non organik dengan proses pembakaran, Untuk bumdes kita ada 4 unit usaha yang di laksanakan diluar bumdes juara yaitu bank sampah, pom mini, BRILINK dan peternakan perikanan, dilihat untuk prioritas kedepannya mungkin diataranya bank sampah dan pembibitan, Kalau dari desa memang kita lagi berusaha apalagi ini baru berjalan beberapa tahun, setiap tahun kita berusaha untuk mengalokasikan penambahan modal sesuai dengan sub usaha yang di jalani”.

Atang Ridwan berharap dengan perjalanan bumdes yang dimaksudkan bahwa perekonomian di bumdes itu sendiri meningkat otomatis perekonomian bisa mendongkrak perekonomian masyarakat dari segi apapun soalnya kalau misalkan yang di butuhkan pembangunan selain dari insfratruktur adalah perekonomian kita bisa menghentikan pembangunan insfratruktur di saat kita bisa menumbuhkan perekonomian kenapa disaat perekonomian itu tumbuh masyarakat akan bisa membangun itu sendiri tapi di saat kita membangun insfratruktur yang mungkin tidak bisa kita membangun insfratruktur tapi belum tentu perekonomian meningkat jadi kita berusaha untuk bisa meningkatkan perekonomian lewat apapun dengan naluri yang ada ya bumdes mungkin bisa kedepannya seperti itu, harapnya. ***Juse/Yos

Leave a Reply