Kabupaten Ciamis, analisaglobal.com — Dengan di berlakukannya PPKM Darurat sejak tanggal 3 Juli 2021 hingga sekarang belum selesai, semua pelaku wisata di Kabupaten Ciamis khususnya tidak beroperasi. Semua destinasi wisata sebanyak 78 destinasi di Kabupaten Ciamis di tutup sementara.

Banyak pelaku wisata memutar otak untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari karena lahan mata pencahariannya diberhentikan sementara.

Pokdarwis Cihaurbeuti yang di pelopori oleh Wakil Ketua Pokdarwis Kab. Ciamis contohnya beralih berjualan kelapa genjah yang berlokasi di Jalan Raya Cihaurbeuti Utara, Dusun Pasir Landak, Desa Pasirtamiang, Kecamatan Cihaurbeuti, Kab. Ciamis.

Menurutnya menanam pohon kelapa merupakan “Budaya warisan 7 turunan” dengan modal satu kali panennya terus-terusan karena pohon kelapa memiliki usia panjang sehingga bisa di wariskan untuk anak cucu nanti.

“Selama pandemi tempat-tempat wisata sementara di tutup, untuk itu kami berjualan bibit kelapa genjah dengan harga Rp. 50 rb per bibit. Yuk, investasi di kelapa genjah untuk bekal masa tua dan mewariskan kepada anak cucu nanti,” imbuh Sandri Zulfikar, Wakil Ketua Pokdarwis Kab. Ciamis.

Sementara menurut Kepala BP2D Kab. Ciamis, H. Endang Haris Juandana saat membeli bibit kelapa genjah mengatakan saya dari Badan Promosi Pariwisata Daerah Kabupaten Ciamis sekarang berada di markasnya Pokdarwis Cihaurbeuti bersama kang Sandri dan kawan-kawan.

“Saya merasa bangga dan terenyuh, jujur saja bahwa teman-teman dari Pokdarwis punya inovasi dan punya kreatifitas meskipun dalam keadaan pandemi. Dari mulai mereka melaksanakan giat di dunia wisata yang berkaitan dengan destinasi, dengan atraksi serta ekonomi kreatif nya,” ujarnya, Minggu (15/8/2021).

Khusus untuk destinasi dan atraksi kan sekarang lagi pandemi, secara terus-menerus ada Inovasi dan kreativitas yaitu menyediakan bibit kelapa genjah. Yang menurut Sandri sebagai investasi tujuh turunan.

“Ya sekali lagi saya bangga, oleh karena itu di samping untuk memelihara alam dan ujung-ujungnya bisa menjadi nilai ekonomi baik secara jangka pendek maupun jangka panjang,” tambahnya.

H. Endang Haris Juandana menjelaskan, kenapa jangka pendek? Ya sekarang teman-teman dan juga masyarakat khususnya Kabupaten Ciamis merasa tertarik dan membeli itu sudah ada geliat ekonomi. Sementara untuk jangka panjang nya sesuai janji kang Sandri bahwa menanam pohon kelapa merupakan investasi tujuh turunan, bahwa pohon kelapa ini kan hidupnya lama dan bisa terus berbuah apalagi kelapa genjah ini adalah pohon kelapa yang unik karena tumbuhnya pendek.

“Pohon kelapa genjah ini dari mulai penanaman hingga bisa berbuah memerlukan usia 3 sampai 4 tahun. Jadi ini adalah sangat bagus untuk berinvestasi dan benar-benar merasa bangga kepada teman-teman Pokdarwis dengan inovasi dan kreativitasnya pokdarwis,” pungkasnya.

Jurnalis : A. Yayat/A. Suryana

Leave a Reply