Kab. Tasikmalaya, analisaglobal.com — Permainan anak jaman dahulu ( Kaulinan Barudak Baheula-red) yang sudah hampir punah karena tergerus oleh zaman dimana gadget atau permainan game on line saat ini menjadi prioritas bagi anak – anak sehingga permainan tempo dulu mulai terlupakan.

Tetapi beda hal nya dengan anak – anak warga masyarakat Desa Cisayong Kecamatan Cisayong Kabupaten Tasikmalaya, dalam rangka menjaga dan melestarikan budaya sunda permainan anak – anak jaman dahulu menjadi prioritas utama agar tidak terlupakan (Pareumeun Obor-red) sehingga tetap terpelihara dan terjaga.

Gelaran acara yang diselenggarakan panitia tersebut bertempat di wisata edukasi kampung kolecer menjadi perhatian khusus para pengunjung dan mendapatkan apresiasi yang sangat positif karena dalam melestarikan budaya Sunda khususnya tetap terjaga.

Menurut Ketua panitia perlombaan permainan tradisional Kamil Fardan mengatakan bahwa untuk permainan tradisional ini sengaja diadakan agar anak – anak jaman sekarang mengenal dan tahu akan permainan anak – anak jaman dahulu. Ucapnya

Festival Permainan Anak Tempo Dulu di Wisata Edukasi Kampung Kolecer Cisayong. Foto Dokumen***pemdes cisayong

“Permainan jaman dahulu diantaranya perepet jengkol, jujungkungan, oray – orayan dan jenis permainan tradisonal lainnya, karena permainan tersebut sudah hampir punah jadi kami sengaja mengadakan permainan tersebut” ujarnya

Adapun harapan lainnya menurut Kamil Fardan dengan diselenggarakannya festival permainan tradisonal di wisata edukasi kampung kolecer bisa dikenal dan dimainkan oleh anak – anak jaman sekarang. Harapnya***(red)

Leave a Reply