Kabupaten Tasikmalaya, analisaglobal.com — Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) merupakan penunjang jalannya perekonomian bagi masyarakat menengah seperti yang ada di Kampung Bojong Desa Linggasirna Kecamatan Sariwangi Kabupaten Tasikmalaya membuat Abon yang 100 persen asli terbuat dari ayam.

Nina Nurlina Pembuat Abon mengatakan, kurang lebih usaha ini sudah berjalan selama 1 tahun sejak bulan September tahun lalu. Bermula dari pelatihan di organisasi Nasyiatul Aisyiyah (NA) Kabupaten Tasikmalaya mengisi liburan. Senin 28/09/2020

Produk AbonMu Milik Nina yang sudah menjangkau pasaran di Nasional. Senin (28/09/20)***Foto Dokumen (Day)

“Waktu itu guru-guru TK sedang libur, lalu membuat pelatihan mengisi kegiatan. Inginnya membuat abon dan kebetulan saya chef-nya, lalu saya ajarkan semuanya bagaimana membuat abon,” Jelasnya

Kata Nina, dari sana timbul pemikiran jika nanti hasil olahan abon ini harus dipasarkan, dan akan menjadi usaha bagi organisasi nasyiatul aisyiyah. Lalu dicoba dipasarkan dan setelah pelatihan itu ternyata mendapat respon dari masyarakat, bahkan banyak yang membeli. Katanya

Nina Nurlina saat mengikuti pameran produk UMKM. Senin (28/09/20)***Foto Dokumen (Day)

Kebetulan, ujar Nina, Ia sebetulnya suka membuat abon, namun itu hanya untuk konsumsi sendiri. Saat itu belum terpikirkan untuk dijual, namun setelah mengadakan pelatihan di organisasi tersebut jadi kepikiran semuanya untuk melakukan penjualan. Ujarnya

“Alhamdulillah produk yang diberi nama AbonMu ini sampai sekarang bisa dijual di pasaran, bahkan sudah nasional. Penjualannya sampai ke Palu, Kutai, Balikpapan dan lainnya. Dipastikan abon ayam ini sangat higienis,” ungkapnya.

Nina mengaku, pernah mengikuti pelatihan-pelatihan dan bersertifikat. Diantaranya, yakni pelatihan seperti Business Development Association, kegiatan Pelatihan Digital Marketing Dan “Inter Mediasi UMKM”. Katanya

Selain itu juga, pelatihan Kewirausahaan kegiatan Peningkatan Kapasitas Koperasi Usaha Kecil Dan Menengah (PK2UKM) serta Peningkatan Kesiapan Akses Fasilitas Permodalan Non Perbankan Untuk Pelaku Ekonomi Kreatif di Kota Tasikmalaya.

Nina mengungkapkan, selain pemasaran secara online, juga memasukkan abon hasil buatannya itu ke qini mart di daerah Cisayong, ke toko Segar di Singaparna, Populer Mart, Cahaya Mart, 212 mart dan lainnya. Ungkapnya

Dalam satu hari, Nina membutuhkan 7 kg daging ayam atau sebanyak 40 kg daging ayam watu seminggu yang biasa untuk diproduksi dijadikan abon. Saat ini, Nina dibantu oleh 3 karyawannya dan memproduksi di rumah sendiri.

Sertifikat Penghargaan saat diterima Nina Nurlina. Senin (28/09/20)***Foto Dokumen (Day)

Harga abon yang Ia jual bermacam – macam. Untuk ukuran 50 gr harganya 10k, ukuran 100 gr harganya 20k, ukuran 125 gr harganya 25k, ukuran 150 gr harganya 30k, ukuran 200gr 40k, ukuran 250gr harganya 50k dan ukuran 1kg harganya 180k. Tentunya dengan berbagai macam varian rasa. Katanya

Hasil dari penjualan AbonMu ini, lanjut Nina, sebagian diinfakan ke LAZISMU, Organisasi Perempuan Nasyiatul Aisyiyah Puteri Muhammadiyah dan Aisyiyah. Ujarnya

“Saya ingin maju dan ingin merekrut karyawan dari warga sini untuk meningkatkan UMKM yang ada. Kita juga ingin mendapatkan bantuan karena kurang modal dan juga pemasaran saat ini masih kurang luas, kalau sudah luas orderan tentunya cukup banyak,” kata Nina menambahkan.***Day

Leave a Reply