RSUD Ciamis Gelar In House Training (IHT) Tata Laksana Pasien Gaduh Gelisah

Kabupaten Ciamis, analisaglobal.com — RSUD Ciamis menggelar In House Training (IHT) Tata Laksana Pasien Dengan Kondisi Gaduh Gelisah sebagai upaya meningkatkan kompetensi tenaga medis dan tenaga kesehatan dalam menghadapi pasien dengan gangguan kejiwaan maupun pasien dengan kondisi psikologis tertentu di lingkungan rumah sakit.

Dalam kegiatan tersebut, Direktur RSUD Ciamis melalui Bidang Keperawatan, Hj. Eros Rosmiati, S.Kep.,Ners. menegaskan bahwa hingga saat ini layanan kesehatan jiwa di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ciamis masih terbatas pada layanan rawat jalan melalui klinik jiwa dan belum memiliki fasilitas perawatan khusus / perawatan rawat inap Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) secara komprehensif.

“Untuk penatalaksanaan pasien dengan gangguan jiwa, kami memang belum memiliki layanan perawatan khusus, saat ini baru ada di poliklinik yaitu klinik jiwa untuk pemeriksaan rawat jalan saja,” ujarnya

Dijelaskan, selama ini pasien dengan gangguan jiwa yang datang ke RSUD Ciamis umumnya memiliki penyakit penyerta yang membutuhkan penanganan medis segera. Karena itu, tindakan medis yang dilakukan difokuskan pada penanganan kondisi penyakit penyertanya dengan kegawat daruratan.

“Kalau ada pasien datang dengan kondisi problem feeding atau memiliki keluhan sakit fisik lainnya, maka yang kami tangani adalah penyakit penyertanya dengan rawat bersama terkait DPJP penyakit penyerta dan Sp.KJ. Kami juga belum memiliki tenaga dengan keahlian khusus jiwa, namun kami mengedepankan rasa empati dalam pelayanan tersebut,” katanya.

Baca Juga PLN ULP Ciamis Perkuat Disiplin dan Keselamatan Kerja, Percepat Survei DTSEN Bersama BPS

Menurutnya, pelayanan yang diberikan kepada pasien tidak hanya sebatas tindakan medis, tetapi juga pendekatan humanis secara empati seperti membujuk pasien agar mau makan, menyuapi pasien, memandikan pasien hingga memberikan pendampingan selama menjalani perawatan.

RSUD Ciamis juga mencontohkan sejumlah kasus pasien ODGJ yang pernah ditangani, seperti pasien dengan gangguan jiwa yang mengalami kecelakaan hingga patah tulang. Dalam kondisi tersebut, rumah sakit fokus menangani cedera dan keluhan fisik pasien dan tetap berkoordinasi dengan dokter spesialis khusus jiwa .

“Yang diutamakan adalah penanganan penyakit penyertanya atau cedera dengan kegawat daruratan, sementara untuk layanan kesehatan jiwanya kami berkoordinasi dengan dokter spesialis jiwa atau dirujuk ke rumah sakit yang memiliki fasilitas khusus kesehatan jiwa/ perawatan ODGJ,” ungkapnya.

Saat ini, layanan perawatan kesehatan jiwa di wilayah Kabupaten Ciamis salah satunya tersedia di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kawali sehingga pasien yang membutuhkan penanganan lanjutan kesehatan jiwa akan dirujuk ke fasilitas tersebut.

Melalui IHT tata laksana pasien gaduh gelisah ini, RSUD Ciamis berharap kemampuan tenaga medis dan tenaga kesehatan, khususnya dokter , perawat dan bidan dapat terus meningkat terutama dalam menghadapi pasien dengan kondisi khusus di area klinis.

Pelatihan yang dilakukan secara internal atau in-house training melibatkan perwakilan dokter, perawat, bidan dan tenaga penunjang dari setiap instalasi/ruang/unit pelayanan, mulai dari ruang penyakit dalam, anak, bersalin, hingga ruang bedah.

“Ke depannya kami berharap SOP penanganan Orang Dengan Gangguan Jiwa ( ODGJ ) berfokus pada pendekatan terintegrasi melibatkan lintas sektor untuk asesmen cepat, rujukan medis, reunifikasi keluarga dan rehabilitasi sosial berkesinambungan, hal ini mengutamakan kecepatan penanganan agar pasien mendapatkan perawatan layak, pengobatan teratur serta perlindungan hak”. Pungkasnya. (Dods)

Baca Juga Maknai Hari Buruh, PLN UP3 Tasikmalaya Perkuat Ekonomi Syariah dan Kemandirian Masyarakat

About analisaglobal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!