Kabupaten Ciamis, analisaglobal.com — Dalam menyambut hari jadi Kabupaten Ciamis yang ke-379, Pokdarwis Kabupaten Ciamis menyelenggarakan silaturahmi Pokdarwis se-Kabupaten Ciamis, di tempat wisata Bukit Baros Indah, Dusun Baros, Desa Ciomas, Kecamatan Panjalu, Ciamis, Sabtu, 5 Juni 2021.

Dalam mengisi acara tersebut, diadakan kegiatan Camping Ground dengan undangan terbatas karena masih menerapkan prokes Covid-19, dengan undangan perwakilan dari pegiat Pokdarwis se-Kabupaten Ciamis serta komunitas lingkungan.

Kepala Desa Ciomas Yoyo Wahyono sekaligus ketua APDESI Kabupaten Ciamis mengatakan, Bukit Baros Indah ini berada di ketinggian yang memiliki pesona keindahan alamnya sehingga sangatbcocok untuk kegiatan olahraga paralayang. Dengan adanya Bukit Baros ini dapat membawa pemberdayaan pada masyarakat sekitar seperti yang jualan melibatkan warga sekitar.

“Dengan adanya destinasi wisata Bukit Baros dapat meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar dan menjadi salah sumber pendapatan daerah,” imbuhnya.

Menurut Camat Panjalu, Dede Suparman mengatakan, Bukit Baros masuk 6 besar destinasi wisata di ajang destinasi wisata Ciamis bahkan wisata Ciater, Panjalu juga masuk nonimasi calon juara di Kabupaten Ciamis.

“Alhamdulillah untuk Kecamatan Panjalu pada periode saat ini mendapatkan pendapatan yang signifikan,” ujar Dede Suparman.

Eko Andrianto selaku Ketua Pokdarwis Kabupaten Ciamis menyampaikan, kami bersama jajaran kepengurusan Pokdarwis selalu berkomitment untuk mengembangkan wisata desa di seluruh Kabupaten Ciamis.

“Untuk destinasi wisata dalam pengembangannya diharapkan menerapkan “Sapta Pesona” yang harus diwujudkan demi menarik pengunjung,” ujarnya.

Lebih lanjut, Kadis Pariwisata Kabupaten Ciamis, Dr. H. Wasdi, M.Si memaparkan tentu saja Pandemi lagi landai pada saat itu naik rem sedang diinjak maka gas yang harus dikurangi PPKM itu bukan penghilangan, bukan penggantian, tetapi pembatasan.

“PPKM bukan pelarangan tapi pembatasan artinya Pandemi harus melandai tetapi ekonomi juga harus bangkit,”

Kemenangan situasi sekarang itu harus kita bisa menyeimbangkan objek-objek wisata yang besar yang mengundang masyarakat di satu tempat itu pada saatnya akan makin berkurang gara-gara pandemi, tapi justru destinasi wisata yang dipandang kecil tadinya karena tercecer Itulah yang akan menjadi pilihan.

“Jadi kita harus bisa menjamin dengan memperlihatkan destinasi di Kabupaten Ciamis dengan desa wisata yang dikelola swasta,” Lebih lanjut, H. Wasdi menambahkan, bagaimana bisa menciptakan menampilkan mempromosikan dan memperagakan destinasi wisata yang rumusnya 3 saja. Ini mohon menjadi bahan diskusi nanti teman-teman di Pokdarwis, pertama apa yang bisa dilihat kalau saya berdiri disini ditanya, apa yang bisa dilihat hanya bisa berfikir “bagaimana memainkan gas dan rem itu” maka destinasi wisata dengan plafon desa wisata adalah sangat tepat.

Yang kedua “how to do” apa yang bisa diperkuat di tempat yang indah itu, di sini sudah ada paralayang tapi kan tidak semua pengunjung bermain paralayang. Berarti harus ada alternatif selain paralayang tapi juga menyajikan pengunjung bisa menikmati wisata di Bukit Baros seperti ada spot selfi, kuliner dan camping ground.

Yang ketiga “hange out santuy”, apa yang bisa dibeli di sini yang spesialisnya apa, apakah kuliner kopi yang istimewa atau makanan lainnya. Pungkasnya.***A.Yayat/Goez

Leave a Reply