Kabupaten Ciamis, analisaglobal.com — Sejumlah petani di Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat mengembangkan salah satu tanaman yang kerap dimanfaatkan untuk meningkatkan pendapatan ekonomi keluarga mereka. Tanaman itu adalah tebu telur atau “turubuk”.

“Kami mengembangkan tanaman tebu telur atau turubuk sebagai pendapatan ekonomi keluarga” kata Tatin salah satu warga Dusun Cibayawak yang letaknya dekat dengan wisata Goa Bandung, Desa Sidamulih, Kecamatan Pamarican, Ciamis, Kamis, 8 Juli 2021.

Selain hasil pertanian yang di kembangkan petani Kecamatan Pamarican yaitu gula aren, tebu telur juga jadi sumber pendapatan ekonomi. Hamparan luas tanah warga terlihat hijau dengan tanaman tebu telur atau “turubuk”.

Tatin juga mengungkapkan, dirinya mengembangkan tanaman tebu telur di lahan milik pribadi. Budidaya tanaman tebu telur dikembangkan dengan sistem tumpang sari dengan tanaman lainnya, seperti jagung, ubi jalar dan pisang. Ungkapnya

Saat ini, banyak petani Pamarican mengembangkan tanaman tebu telur karena permintaan konsumi masyarakat semakin meningkat. Namun, dirinya menjual tebu telur itu tidak ke pasar, tapi menjualnya langsung ke masyarakat.

“Kami mengembangkan tanaman tebu telur itu hanya sekedar pendapatan sampingan saja dan belum dijadikan andalan pendapatan ekonomi,” kata Tatin.

Tebu telur atau turubuk bisa di masak berbagai varian masakan seperti di sop, digoreng yang dicampur dengan telur atau juga dimasak campur santan.

“Bagi yang doyan juga bisa di bakar atau di sambal cobek, pastinya enak dimakan,” jelasnya.

Iyan Sofyan (41) seorang warga Kecamatan Panjalu, Ciamis mengaku dirinya baru mengenal tanaman tebu telur, bahkan saat dirinya disuguhi hidangan masakan tebu telur. Iyan bersama temannya sangat lahap menikmati sajian masakan tebu telur, bahkan dirinya kerap ketagihan dengan lezatnya masakan tebu telur.

“Minggu lalu ketika kami membawa oleh-oleh tebu telur atau turubuk ke rumah, keluarga saya menjadi ketagihan lezatnya masakan dari tebu telur. Saat ini pun, saya pulang akan membawa oleh-oleh tebu telur lagi karena, keluarga sangat menanti dengan dibawakan tebu telur atau turubuk,” tandasnya.

Jurnalis : A. Yayat/ A. Suryana

Leave a Reply