Kabupaten Tasikmalaya, analisaglobal.com — Di zaman serba modern ada salah satu kampung yang masih mempertahankan dan melestarikan anyaman Bambu meskipun di masa pandemi covid-19 ini kerajinan bambu tetap kebanjiran pesanan dari mulai lokal gallery outlet kerajin yang ada di kabupaten tasikmalaya, luar kota kabupaten, bahkan nyampai ke luar negeri yakni Jepang dan korea Adapun Kelompok pengrajin bambu raya beralamat di Kampung Salareuma RT 19 RW 08 Desa Jayamukti Kecamatan Leuwisari Kabupaten Tasikmalaya. Senin 12/10/2020

Menurut Ketua kelompok pengrajin bambu raya Dadang Suganda menuturkan kelompok bambu raya dikukuhkan sebagai wadah dari para pengrajin sejak tahun 2015 dengan harapan karya-karya dari pengrajin yang ada di kampung salareuma dikenal oleh banyak masyarakat termasuk di Indonesia, ketika Camat Leuwisari memberikan kepercayaan kerajinan bambu raya yang di salareuma menjadi maskot kebanggaan. Dari situlah para pengrajin yang ada di salareuma membentuk komitment suatu wadah satu visi Yang tujuannya untuk meningkatkan perekonomian yang ada dimasyarakat.

“Lanjut Dadang, secara pribadi sebagai pengrajin dan keluarga kebanyakan membuat kerajinan yang sifatnya moderen. Sementara kalau dari teman-teman pengrajin yang lainnya jenis dan model kerajinannya turun – temurun dari nenek moyang, waktu masih ada ibu pernah berpesan almarhumah bahwa tinggal di kampung Salareuma itu jangan lupa sama purwadaksi. Jadi Maksudnya kampung salareuma itu tidak akan lepas dari dunia bambu, maka dari itu walaupun ini sifatnya perekonomian kecil tapi berjalan terus – menerus dari tahun ke tahun. Sehingga ia terinspirasi untuk mempertahankan kerajinan bambu dan menjaga warisan dari leluhur nenek moyang kita.

“Untuk Saat ini yang dikenal itu hanya kerajinan Rajapolah saja, sementara Rajapolah itu hanya sebatas menampung. Sedangkan barang-barang itu dari kampung salareuma termasuk dari kecamatan leuwisari,” kata dia.

“Dengan bermotokan jaya sadapur Mukti salembur dengan harapan kelompok bambu raya dari suatu rumpun bambu itu bisa dimanfaatkan secara luas. Karena kelompoknya pun memiliki filosofi atau istilah kaya akan inovasi, kaya dari bambunya bisa berbagai fungsi dan berbagai jenis pemanfaatannya, Dan bambu raya disini tidak terpaku ke bentuk produk barang, melainkan ada sisi lain yang mesti orang luas itu perlu tahu salah satunya kesenian,” tuturnya.

Ia sangat bersyukur, Meskipun dalam masa pandemi covid-19 tidak terlalu terganggu secara maksimal, para bandar atau para pemesan barang produk kerajinan bambu raya tidak banyak yang di cancel dan Alhamdulillah sekarang bambu raya sudah memiliki wadah legalitas menhumkam,”Tos reug ayna mah,.

Beberapa produk yang dibuatkan diantaranya ada tempat bolu, ada rantang susun, ada parsel, ada tenong, gelas dari bambu, poci, vas bunga, tempat tisu, tempat hantaran nikah hanya saja di bambu raya itu meluruskan ke beberapa item yang sifatnya ingin kampung salareuma itu memiliki ciri khas seperti tempat bolu.

Karena dari pengrajin dibuatkannya tidak terlalu rumit dan itu juga ada basic dari anyaman Buhun yang dimodif lagi lebih modern dan nilai jualnya lumayan mahal. Kemudian rantang susun itu juga banyak diminta, cuman yang lebih spesifiknya ke tempat bolu. Hampir setiap waktu, setiap Minggu, setiap bulan itu yang diminta oleh yang memasarkan itu adalah para bandar.” Pungkasnya***Day

Leave a Reply