Kabupaten Tasikmalaya, analisaglobal.com, — Farhan selaku ketua tim pengawas lingkungan kabupaten tasikmalaya menjelaskan kalau Sejatinya seluruh kegiatan pembangunan pasti sudah di perhitungkan dari awal baik itu perencanaan maupun yang lainnya. Tidak akan mungkin ada pekerjaan yang akan berdampak Abrasi dalam proyek DAM. jelasnya.

Farhan juga mengungkapkan kalau dirinya meninjau lokasi tersebut karena adanya laporan dari salah seorang Warga yang menyebutkan adanya penggalian bahan material dilokasi proyek Dam yang dapat menimbulkan kerugian untuk warga serta akan berdampak terhadap amdal. Namun selaku petugas dirinya langsung merespon laporan tersebut dengan terjun langsung ke lokasi pekerjaan namun ternyata semua yang dilaporkan tersebut bohong dan tidak sesuai dengan fakta di lapangan, ungkapnya.

Dengan adanya laporan bohong tersebut warga serta Supriadi selaku ketua kelompok Tani geram dan sangat emosi karena mereka merasa dicemarkan oleh laporan tersebut dan akan membuat perhitungan dengan pelapor. dan Seharusnya si pelapor ada di lokasi jangan sembunyi supaya jelas permasalahannya. Ungkap warga.

Sementara sertu Yunus selaku Babinsa desa jahiang menambahkan kalau seharusnya laporan tersebut akurat dan berdasar fakta dilapangan jangan mengikuti kata hati dan rekayasa karena masalah laporan tersebut harus dipertanggung jawabkan oleh si pelapor. imbuhnya.

“adapun proyek Dam ini mengairi sawah puluhan hektar di wilayah desa jahiang dan desa sundawenang” Ujarnya

Samsudin salah satu warga sekaligus pemilik lahan menjelaskan kalau dirinya ikhlas tanah serta material lainnya yang berada di lahannya di pergunakan untuk pembangunan tersebut dan tidak ada permasalahan sama sekali. jelasnya.

Sementara pihak BPP menambahkan kalau dirinya sangat menyayangkan adanya laporan yang tidak mendasar tersebut karena bukti dan fakta dilapangan tidak ada yang namanya melabrak atau menyalahi aturan.

Supriasi selaku ketua kelompok Tani jembar 2 mengungkapkan kalau kekisruhan proyek DAM tersebut berawal dari adanya pemberitaan salah satu media serta laporan salah seorang warga yang menyebutkan kalau di area proyek tersebut terdapat exploitasi tanah. ungkapnya.

“memang betul ada pengambilan batu di sini tapi tidak berdampak abrasi karena yang di pandang berbahaya kami perbaiki. saya berharap warga jangan terbawa Emosi, kita Serahkan permasalahan ini kepada pihak terkait dan pihak kepala desa”.pungkasnya***tim

Leave a Reply