Kabupaten Tasikmalaya, analisaglobal.com — Adanya dugaan yang menyudutkan kepada pemerintahan desa Neglasari kecamatan Salawu yang berkaitan dengan program BPNT dan PKH dimana ada tuduhan bahwa kartu atau tabungan KPM (Keluarga Penerima Manfaat) dipegang oleh kesra ataupun pendamping PKH, bahkan Rukman selaku sekdes Neglasari sempat ditelepon oleh seseorang yang mengaku wartawan bahwa penerima PKH diduga ada pemotongan.

Saat analisaglobal.com mecari kebenaran isu tersebut ke kantor pemerintah Desa Neglasari pada hari Sabtu (24/07/2021) dan langsung diterima oleh Sobirin selaku kepala Desa Neglasari langsung memberikan jawaban bahwa sangat tidak benar dengan adanya dugaan dan sangkaan tersebut, dan dari mana sumbernya”. Ucap Sobiriin kepala desa Neglasari

“Kalaupun Kesra memegang kartu KPM itu karena ada warga yang datang untuk mempertanyakan mengapa bantuan tidak cair itu pun langsung diserahkan ke pihak pendamping untuk di urus, jadi tolong datanglah ke Desa supaya jelas permasalahannya kami selalu terbuka apalagi tentang bantuan bagi masyarakat.” Jelas Sobirin.

Sobirin – Kepala Desa Neglasari Kecamatan Salawu.

Lanjut Sobirin menambahkan, Permasalahan ini tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan, kalau tidak percaya silahkan tanya masyarakat penerima BPNT dan PKH. Imbuhnya

Sementara itu Kaur Kesra desa Neglasari Aos saat dikonfirmasi analisaglobal.com membantah dugaan tersebut, saya sangat heran dari mana asalnya dugaan tersebut, yang manula juga di dampingi oleh keluarga yang masih muda silahkan tanya tentang siapa yang memegang kartu BPNT dan PKH sebanyak 414 KPM. tegasnya

“Penerima kartu BPNT dan PKH sebanyak 414 KPM mutlak yang memegang adalah penerima, kalaupun ada yang ke desa itu sekedar minta pembetulan data saja.” Pungkas Rukman Sekdes Neglasari mengakhiri

Jurnalis : Yos Muhyar

Leave a Reply