Diharapkan APH Segera Usut Tuntas Atas Raibnya Dana Yansos 2022 Untuk MI Sukaratu Salawu

Raibnya Dana Yansos 2022 Untuk MI Sukaratu Salawu

Kabupaten Tasikmalaya, analisaglobal.com — Penyesalan dan beribu beban mental kini menghinggapi pengurus yayasan MI Sukaratu yang beralamat di kecamatan Salawu kabupaten Tasikmalaya. Pasalnya hampir 2 bulan keberadaan uang dana yansos provinsi sejumlah Rp. 450.000.000, yang seharusnya sudah di gunakan sesuai proposal sampai saat ini entah dimana rimbanya.

Itang selaku kepala sekolah MI Sukaratu saat di temui di ruang kerjanya menuturkan, memang betul pihak sekolah atau yayasan MI Sukaratu mendapat bantuan Dana yansos yang diperkirakan sebesar Rp. 450.000.000, kami sudah melaksanakan BIMTEK (Bimbingan Teknis) berserta pengurus lain sekitar bulan Oktober. Ucapnya, Sabtu (21/01/2023).

“Sedangkan, untuk anggaran tersebut pencairannya pada bulan Desember 2022 lalu. Namun sampai saat ini uang tersebut belum sampai ke pihak kami.” Jelas Itang.

analisaglobal.com pun menanyakan terkait belum sampainya uang tersebut ?

Itang menyebutkan, bahwa pada saat BIMTEK terakhir, rekening milik yayasan MI Sukaratu di pinta oleh seseorang diduga berinisial SYF, yaitu diduga salah seorang pengurus dari sebuah partai politik di provinsi Jawa Barat, dengan alasan untuk memudahkan pencairan. Katanya.

Baca Juga Ahli Pers Dewan Pers Kamsul Hasan: UKW Bukan Syarat Menjadi Wartawan

Diharapkan APH Segera Usut Tuntas

“Namun sampai sekarang yang bersangkutan saat kami pertanyakan alasannya bahwa yang bersangkutan juga korban penipuan, kami sampai saat ini masih menunggu niat baik dari yang bersangkutan, sebelum kami menempuh jalur hukum.” tegas Itang.

Dilain pihak, Sobirin selaku kepala desa Neglasari membenarkan kejadian tersebut, dalam hal ini kami masih melakukan koordinasi dengan pihak yayasan, dan memang uang atau dana sebesar Rp. 450.000.000, yayasan sampai saat ini belum menerimanya. Ungkap Sobirin.

“Kami sedang menunggu keputusan dari yayasan, apakah akan melaporkan hal ini ke pihak APH (Aparat Penegak Hukum) atau bagaimana, itu terserah yayasan.” Ujarnya

Adapun permasalahan tidak sampainya dana yansos tersebut kini sudah menjadi perbincangan warga sekitar, hanya tinggal menunggu, apakah penyelesaiannya secara kelembagaan atau secara jalur hukum ? karena ini menyangkut uang negara, dan hal ini perlu pembuktian apakah dana tesebut betul-betul cair atau hanya iming iming saja.

Maka dengan adanya kejadian tersebut, diharapkan APH yang lebih berkompeten untuk menelusuri permasalahan tersebut, lalu kalau benar dana tersebut benar-benar cair tanpa pemilik buku rekening atau surat kuasa, ada apa dengan pihak bank yang menjadi leading sektor untuk pencairan. (Yos Muhyar).

Baca Juga Halim Saepudin : Revisi Kepengurusan Di FORWATUR Bentuk Penyegaran Dalam Menjalankan Program Kerja

About analisaglobal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *