Bandung, analisaglobal.com — Disaat sekarang lagi ramainya gowes sepeda selalu jadi pembeda dari yang lain, ide kreatif gaya style band disukainya cara dandanin sepeda BMX para orang tua bahkan anak-anak muda Ujungberung kota Bandung yang idenya selalu menjadi contoh style anak-anak muda di Bandung khususnya bahkan diluar daerah. Soalnya banyak band-band besar yang terlahir di Ujungberung bahkan sudah ada yang go asia, go international contohnya seperti band Jasad dan band besar lainnya, yang sekarang mereka-mereka mulai menyukai gowes sepeda sekalian mengenang masa kecil dan menyalurkan hoby yang sama, sepeda sama, musik juga sama sudah menjadi gaya hidup. Minggu (13/09/20)

Menurut Ki Amenk “disinfected” sebagai yang dituakan di BMX Bandit Huru Hara Ujungberung Bandung, Awal mula ketertarikan lagi sama BMX emang sudah dari kecil suka main BMX terus kita suka ketemu juga sama anak-anak nongkrong ngobrol beberapa teman Arif Engep, Gustav Insufferage, Dono, Ki Amenk, pertamanya ngompor-ngomporin ke anak-anak diajak gabung mungkin waktu kecilnya suka maen BMX, nah dari situlah muncul ide gowes sepeda lagi,” yuk kita main sepeda lagi, mengenang masa kecil lagi soalnya cocok juga sama anak-anak suka yang extrem selalu rebel maka dibikinlah BMX Huru Hara Ujungberung.”Ungkapnya waktu di wawancara di tempat nongkrongnya di Ujungberung Bandung

Soalnya untuk Event musik di Bandung mungkin dikota lain juga sama nggak ada event karena covid-19 maka untuk mengantisipasi kejenuhan dari pada gak ada aktivitas kegiatan dirumah, Jadi tiap sore kita ngumpul bareng berangkat jalan-jalan gowes bareng tiap sore dan Minggu juga sama, sambil mengenang masa lalu paling ke Dago, Gedung Sate, Kalau jenuh gowes dikota paling ke gunung, hampir semuanya yang ikut gabung di BMX Huru Hara Ujungberung semuanya suka musik sepeda juga di dandanin dengan style karakter musik yang disukainya ciri khasnya dari sticker band seperti musik brutal death sepedanya di tempelin sticker cannibal corpse, imolation, yang suka death metal di tempelin sticker disavowed, yang suka slamming ditempelin sticker vomit remnant berikut band-band sticker sendiri ditempelin di sepeda menandakan ciri khas juga seh dan tetap menjaga protokol kesehatan.”Katanya

“Adapun sepeda yang di pakainya kebanyakan dari Haro yang dipakai dari BMX old skull 1980-1995, BMX Mid skull tahun 1996-2005, BMX New skull sampai sekarang.” Ujarnya

Lanjutnya menambahkan, Untuk sekarang mungkin sudah ada 50 orang yang awal mulanya dari 4 orang dan masih banyak juga dari anak-anak yang mau ikutan soalnya lagi nyari sepedanya dulu, yang lagi ngerakit juga ada. Bagi yang lain yang mau ikut gabung nongkrong sambil sering musik bisa datang Tritan Point Cipadung masih daerah Ujungberung. Imbuhnya

Harapannya untuk anak-anak semoga lebih budayakan hidup sehat,” Kudu di loba di olahraga keun,” Soalnya musik kita mah Xtreme yang lagi main headbang yang nonton juga sama ikut headbeng (Matakna) terus jaga stamina yang kuat juga soalnya banyak mengeluarkan energi juga, maka dengan berolahraga bersepeda cocok pisan sambil jalan-jalan.”Pungkas Amenk mengakhiri pembicaraannya***Masdar

Leave a Reply