Kabupaten Tasikmalaya, analisaglobal.com,– Loka pengawas obat dan makanan kota Tasikmalaya laksanakan kegiatan advokasi pengawasan pangan fortifikasi kepada para perwakilan beberapa dinas terkait yang berada di lingkungan pemkab tasikmalaya serta para pelaku usaha garam, yang bertempat di rumah makan Asep stroberry (asstro) singaparna tepatnya di jalan singaparna-Garut.

Jajat Setia Permana, Apt. Msi selaku kepala Loka Tasikmalaya menjelaskan kalau agenda kegiatan tersebut merupakan advokasi kepada pemerintah daerah terkait dengan pengawasan garam beryodium yang dipimpin langsung oleh BPOM pusat dengan diikuti beberapa instansi pemerintah daerah kabupaten tasikmalaya. serta kegiatan tersebut sebagai advokasi terkait kebijakan, peraturan, serta pengembangan garam konsumsi beryodium jadi yang dilibatkannya beberapa OPD atau Dinas terkait seperti disperindag, kesehatan, DPMPTSP, serta pertanian dan ketahanan pangan serta pihak dari setda kabupaten sebagai leading sektor, jelasnya. Kamis (17/09/2020).

Jajat Setia Permana, Apt, M.Si Kepala Loka Tasikmalaya. Kamis (17/09/20)***Foto Dokumen (uwa)

Jajat Setia Permana, Apt.Msi juga mengungkapkan kalau tujuan dari pengawasan garam beryodium tersebut merupakan sebagai tindakan pencegahan stanting jadi kami fokus ke pengawasan garam supaya yodiumnya memenuhi syarat yaitu garam dengan yodium 30 ppm dan itu memerlukan dorongan dari pihak pemerintah supaya para pengusaha memenuhi persyaratan tersebut, ungkapnya.

Masih menurut Jajat Setia Permana, Apt. Msi, dirinya berharap mudah-mudahan pemda bisa mengikuti serta membuat kebijakan dan mendorong supaya para pengusaha garam di kabupaten bisa memproduksi dengan baik dan memenuhi Persyaratan, serta untuk para pelaku usaha harus mengetahui kewajibannya sebagai pengusaha jadi mereka harus menghasilkan produk yang bagus jadi harus memiliki SNI serta yodiumnya harus lebih dari 30 ppm serta apabila diedarkan harus memiliki izin edar dari BPOM, harapnya.

“kami juga berharap pihak pemda bisa bekerja sama dengan BPOM untuk bisa mengembangkan serta membina para pengusaha garam ini karena di wilaya kabupaten memiliki pesisir pantai yang sangat luas dan bisa menjadi penghasilan untuk masyarakat serta bisa menjadi PAD untuk pihak pemerintah”. imbuhnya.

Suryana Pengusaha Garam Asal Kecamatan Cisayong Kabupaten Tasikmalaya. Kamis (17/09/20)***Foto Dokumen (uwa)

Sementara menurut Suryana selaku pengusaha garam menjelaskan kalau dirinya merasa bersyukur dengan adanya acara tersebut dan merasa ada pencerahan untuk dirinya sebagi pelaku usaha garam dimana penjelasan-pejelasan di bidang hukumnya, bidang proteksinya dan di bidang hal lainnya dalam aritian prosedur-prosedur yang dirinya tempuh dalam hal pengadaan alat sarana pra sarana dan untuk proses perizinan, jelasnya.

“kami sebagai pelaku usaha sangat bersyukur juga mendapat bantuan KYU 3 Yodium sebanyak 2 kg per satu pengusaha itu sangat membatu sekali apalagi dimasa pandemi covid-19 ini memang kami sangat membutuhkan itu yang sifatnya membantu produksi garam kami di lapangan”, ungkap Suryana.

Suryana juga berharap kepada pihak terkait untuk bisa membantu permasalahan di alat, proses, perizinan serta dalam pemasarannya karena hal tersebut sangat membantu untuk dirinya dan kemajuan pengusaha garam lainnya. harapnya.***uwa

Leave a Reply