Kabupaten Tasikmalaya, analisaglobal.com — Menindak lanjuti pemberitaan sebelumnya terkait permasalahan anggaran BUMDes di desa Sukaresik kecamatan Sukaresik kabupaten Tasikmalaya dengan judul “Penyertaan Anggaran BUMDes ±220 Juta Tahun 2018 – 2019 Desa Sukaresik Diduga Tidak Jelas” pada edisi hari Selasa (15/09/20), akhirnya mendapat perhatian dari aktivis pemerhati sosial dan kebijakan pemerintah kabupaten Tasikmalaya serta Dinas Sosial Kabupaten Tasikmalaya.
Saat analisaglobal.com mencoba mengkonfirmasi pihak dinas sosial pemberdayaan masyarakat Dan desa, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak melalui PMD, Deny Prasetya melalui pesan singkat WhatsApp dirinya menjelaskan kalau untuk masalah BUMDes desa sukaresik dirinya tidak mengetahui apapun terkait adanya hal tersebut karena dirinya baru di bidang PMD jadi untuk masalah adanya dugaan tersebut dirinya menyarankan untuk mengkonfirmasi kepada pihak pemerintah desa yang bersangkutan, jelasnya. Kamis (17/09/2020).
“saya tidak bisa memberikan tanggapan terkait pemberitaan tersebut karena itu penyertaan modalnya tahun 2018 dan saya masuk ke sini baru kemarin jadi silahkan saja konfirmasi kepada yang bersangkutan”. Tandasnya
Dilain Pihak, Dedi Supriadi selaku Aktivis Pemerhati Sosial dan kebijakan pemerintah saat dihubungi melalui pesan singkat WhatsApp terkait adanya dugaan penyertaan anggaran BUMDes yang diduga tidak jelas menyampaikan bahwa jika memang seperti itu seharusnya segera di audit, serta kepala desa seharusnya tidak bisa tinggal diam juga. Ucapnya
“Artinya kalau diduga ada indikasi penyalahgunaan anggaran tersebut harus segera ada pihak – pihak yang melaporkan kepada penegak hukum biar terang benderang kasusnya” Ujarnya
Lanjut Dedi Supriadi, Kenapa harus segera, karena nanti bisa dilihat apakan betul uang penyertaan anggaran BUMDes tersebut dipakai untuk kesejahteraan masyarakat atau dipakai oleh hal – hal yang lain yang sifatnya melanggar ketentuan – ketentuan yang sudah disepakati. Pungkasnya***uwa