Meskipun Pemerintah Tidak Pernah Memberikan Bantuan, Ulen Bakar Warung Peuteuy Salawu Tetap Bertahan

Kabupaten Tasikmalaya, analisaglobal.com — Ulen bakar atau ketan bakar yang terbuat dari beras ketan dan parutan kelapa merupakan makanan khas yang ada di Sunda atau di Tasikmalaya, seperti Ulen bakar Warung Peuteuy Mang Ukus yang bertahan dan terus berada di tengah derasnya jaman yang terus berganti. Selama hampir satu abad lebih, makanan yang pernah jadi makanan favorit di masanya.

Ukus (49) pedagang Ulen di persimpangan jalan Warung Peuteuy mengatakan, saya merupakan salah satu generasi penerus pedagang Ulen di Warung Peuteuy yang memasuki 35 tahun berjualan Ulen disini. Ucapnya Senin (28/03/2022).

Mang Ukus masih tetap semangat dan bertahan walau kadang pendapatan tidak sesuai dengan harapan, mang Ukus berjualan Ulen disaat harga ulen masih Rp. 100 per tiga biji sekitar tahun 1990, sampai saat ini harga Ulen sudah berubah menjadi Rp. 2000 per biji.

“Alhamdulillah saya tidak merubah rasa dan ukurannya, karena ini demi kepuasan konsumen.” Ujar Ukus

Lanjut Ukus, saat ini kami sangat berharap bantuan dari pihak pemerintah untuk UMKM terutama pedagang kuliner tradisional, termasuk kuliner Ulen Warung Peuteuy yang sudah jadi ciri khas untuk sebuah daerah, akan tetapi sampai saat ini belum ada. harapnya

Sekitar Ā±15 orang pedagang ulen setiap harinya mangkal di Warung Peuteuy untuk menjajakan dagangannya dan ada juga yang berjualan sampai ke wilayah Kota Tasikmalaya dan ada juga yang sampai ke kota Banjar dalam memasarkan kuliner tradisional tersebut. Ucap rekan Ukus yang juga salah seorang pedagang***Yos Muhyar

About analisaglobal

Leave a Reply

Your email address will not be published.