Kabupaten Tasikmalaya, analisaglobal.com,- Merujuk kapada fatwa MUI nomor 18 tahun 2020 tentang tatacara pemulasaraan jenazah covid-19 yang mana saat ini kasus kematian akibat covid-19 tersebut masih tinggi. dalam hal ini sangat di perlukan adanya tenaga atau masyarakat yang sudah terlatih mengurus dan menguburkan jenazah bila sewaktu-waktu ada korban meninggal akibat virus corona tersebut.

Asep Dudung selaku ketua PPKM desa Serang Kecamatan Salawu menjelaskan, dirinya menggelar acara pelatihan tata cara pemulasaraan jenazah terpapar covid-19 yang diikuti oleh 8 DKM, dengan Tutor adalah Amil Aep yang dibantu oleh beberapa warga yang biasa memulasarkan jenazah di wilayah desa Serang dan nantinya akan di tetapkan sebagai petugas pemulasaraan jenazah terpapar virus covid-19. Kamis (15/07/2021).

Ustad Sahili selaku ketua MUI Desa serang menjelaskan bahwa kegiatan tersebut sangat diperlukan karena pemulasaraan jenazah covid-19 sangat berbeda dan ada tata aturanya sesuai dengan fatwa MUI. jelasnya.

Sahili juga menghimbau kepada warga masyarakat agar selalu mematuhi aturan pemerintah laksanakan prokes, dan harus percaya bahwa virus covid-19 itu ada.

Sementara Asep Dudung kepala Desa Serang, dirinya sangat mengharapkan setelah pelaksanaan simulasi tersebut warga khususnya yang mengikuti tutorial tersebut selalu siap apabila di perlukan, masyarakat harus tetap waspada akan situasi saat ini, pihaknya juga sangat prihatin atas kurangnya pasokan oksigen di rumah sakit, dimana hal tersebut dialami oleh warganya yang masuk rumah sakit dan ketersediaan oksigen tidak ada. ungkapnya.

“Saya sangat berharap pemerintah untuk segera menangani permasalahan kelangkaan oksigen dan mudah-mudahan wabah ini cepat berakhir dan kembali normal”. pungkas Asep Dudung.

Kegiatan tersebut digelar di gedung serbaguna dengan tetap mengedepankan prokes, adapun pendanaan dari kegiatan tersebut diambil dari alokasi pos PPKM dari dana desa yang 8%.

Jurnalis : Yos Muhyar

Leave a Reply