Kabupaten Tasikmalaya, analisaglobal.com — Keberadaan kandang ayam yang berlokasi di kampung Pasirtugu Desa Sukaharja Kecamatan Sariwangi beberapa waktu lalu sempat menuai kontroversi atau buah bibir dari pemilik lahan yang berada di sekitar lokasi kandang ayam tersebut, pasalnya terdapat indikasi adanya pencemaran polusi udara dari beberapa blower. angin yang dihembuskan dari blower yang di pasang di kandang ayam tersebut sampai merusak tanaman milik Yono Herdiyono salah seorang warga.

Setelah melewati beberapa pertemuan atau musyawarah antara kedua belah pihak. dari pihak perusahaan dan perwakilan pemilik lahan pada ujungnya terjadi kesepakatan yang di musyawarahkan di aula kantor dinas lingkungan hidup Kabupaten Tasikmalaya Kamis 22/07/2021 yang di hadiri oleh perwakilan pihak perusahaan dan keluarga pemilik lahan yang terdampak serta dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tasikmalaya, Camat Sariwangi dan Kepala Desa Sukaharja.

Dari hasil musyawarah tersebut terdapat 5 pion yang di sepakati antara lain :
1. Bahwa pihak kedua wajib untuk melakukan penanaman pohon bambu di sekitar lokasi kandang ayam.
2. Bahwa pihak kedua akan membuat filtrasi dengan paranet dan akan melakukan pengujian kualitas udara yang akan dilakukan oleh laboratorium yang terakreditasi sebelum di pasang dan setelah di pasang paranet.
3. Apabila poin kedua di rasakan belum efektif, maka pihak kedua akan membuat pembangunan pagar dengan tembok beton yang di sesuaikan dengan kajian teknis sipil.
4. Komunikasi antara pihak perusahaan dan pihak terlapor yang di fasilitasi oleh pihak desa untuk hal teknis lainnya.
5. Apabila kesepakatan ini tidak di laksanakan maka akan di berikan sanksi sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Menurut Yono Herdoyono salah seorang pemilik lahan yang terdampak dari keberadaan kandang ayam tersebut mengungkapkan bahwa, apabila hasil kesepakatan tersebut di langgar oleh pihak perusahaan maka pihaknya akan melakukan tindakan secara adat, dirinya berharap kesepakatan yang sudah tertulis dan sudah disepakati agar di penuhi. ungkapnya.

Sementara itu Asep Zamzam. N selaku Camat Sariwangi saat di wawancara usai rapat mediasi menjelaskan bahwa hasil dari mediasi tersebut kedua belah pihak sudah sepakat dengan ketentuan. jelasnya.

“Alhamdulilah barusan di dalam hasilnya sudah sepakat antara kedua belah pihak dan Untuk masalah realisasi ada yang harus dari sekarang seperti menanam pohon bambu karena itu semua memerlukan waktu yang sangat lama dan tumbuhnya pun jelas lama tidak instan”. ujar Asep Zamzam.

Lanjut Asep, untuk pembuatan benteng harus di kaji terlebih dahulu kadar baku udaranya, sementara kadar baku udara tersebut harus di uji langsung dari Bandung. sedangkan sekarang dalam kondisi PPKM jadi tidak mungkin dilakukan, nanti sesudah selesai PPKM pihak Dinas Lingkungan Hidup akan mendatangkan tim penguji kadar baku udara dari Bandung. tandas Asep Zamzam.

Jurnalis : Day

Leave a Reply