Kabupaten Ciamis, analisaglobal.com — Proyek pengerjaan perbaikan drainase dan trotoar di Kecamatan Banjarsari, tepatnya di depan alun – alun Banjarsari Ciamis dikeluhkan warga. Hal tersebut lantaran limbah pengerukan nya dibiarkan begitu saja di samping jalan raya Banjarsari sampai menggunung.

Pengerjaan proyek yang dikerjakan oleh rekanan dari Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Pertanahan ( DPUPRP ) Kabupaten Ciamis dianggap oleh warga telah mengganggu pengguna jalan.

Dari pantauan dilokasi, tampak limbah pengerukan dibiarkan menumpak begitu saja sampai menggunung, sehingga mengganggu pengguna jalan.

Rekanan DPUPRP itu sesuai yang terpampang di papan proyek dikerjakan oleh CV. Polos dengan anggaran sebesar 717.525.000 yang bersumber dari APBD Ciamis ( DAU ) tahun anggaran 2020.

Papan Proyek Pengerjaan. Rabu (16/09/20)***Foto Dokumen (Red)

Seperti halnya yang diungkapkan oleh pemilik Apotek Resik, Hartadina atau yang lebih dikenal dengan sebutan Koh Icang, kepada Wartawan. Rabu (16/9/2020).

Dia mengungkapkan, limbah pengerukan yang disimpan di bahu jalan dianggap telah mengganggu pengguna jalan. Sehingga berdampak terhadap laju perekonomian warga terganggu.

“Seharusnya limbahnya ini jangan disimpan terlebih dahulu hingga menumpuk, harusnya dibuang langsung oleh truk,” ungkapnya.

“Apabila hal itu dibiarkan begitu saja lanjutnya, tentunya akan berdampak terhadap perekonomian masyarakat, seperti pemilik toko dan juga juru parkir,” imbuhnya.

Dia meminta, pengusaha yang melaksanakan proyek tersebut bisa mendengar keluhan masyarakat.

“Saya minta pelaksana proyek ini bisa segera membuang limbah pengerukan dariane ini supaya tidak mengganggu pengguna jalan,” pintanya.

Ketika Wartawan akan mencoba mengkonformasi hal tersebut dilokasi pengerjaan kepada rekanan DPUPRP Kabupaten Ciamis yaitu CV. Polos. Namun yang bersangkutan tidak ada dilokasi.***U2S/Red

Leave a Reply